Densus 88 Antiteror Polri Tangkap 3 Terduga Teroris di Bogor, Tangsel, dan Jakarta

Oleh Nanda Perdana Putra pada 17 Mar 2022, 14:58 WIB
Diperbarui 17 Mar 2022, 14:58 WIB
FOTO: 22 Terduga Teroris dari Jawa Timur Dipindahkan ke Jakarta
Perbesar
Mobil yang membawa terduga teroris terparkir saat anggota Densus 88 Antiteror berjaga di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (18/3/2021). (merdeka.com/Imam Buhori)

Liputan6.com, Jakarta - Tim Densus 88 Antiteror Polri menangkap tiga terduga teroris di wilayah Bogor, Tangerang Selatan (Tangsel), dan Jakarta pada Selasa, 15 Maret 2022. Hal itu dibenarkan oleh Kabag Banops Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar.

"Iya benar," tutur Aswin saat dikonfirmasi, Kamis (17/3/2022).

Menurut Aswin, ketiganya berinisial RS (25), MR (20), dan HP (35). Dia merinci, untuk tersangka RS dari tangannya disita sejumlah barang bukti antara lain pisau sangkur dan ponsel.

Sementara dari tersangka MR, petugas menyita barang bukti seperti satu buku berjudul Pedang Sang Khalifah, satu buku berjudul Awas Operasi Intelijen, satu buku berjudul Jihad di Asia Tengah, satu buku berjudul Intelijen, dan satu buku berjudul Strategi dan Operasi Jihad Global.

Kemudian dua bendera ISIS, satu gambar peta Suriah, satu set air gun CM-036 Model AK-47 beserta sarung, dua plastik gotri, satu set air gun merek PM model Makarof, satu buah gas air gun, dua kotak peluru mimis, satu senjata plastik merek D-Cobra, dan satu CPU warna hitam.

"Dari tersangka HP ada 1 HP warna silver, 1 laptop warna biru," jelas dia.

Aswin mengatakan, ketiganya merupakan pendukung ISIS. Bahkan, untuk tersangka RS diketahui telah memiliki rencana amaliah untuk menyerang Gedung DPR RI, Jakarta.

"Berdasarkan informasi IT berencana melakukan kegiatan amaliah di gedung DPR," kata Aswin.

 


Jadi Penerjemah dan Editor Video

RS sering mengunggah video kekerasan yang dilakukan ISIS di akun Facebook dengan nama Ana Ikhwan. Rencana amaliyah itu pun disampaikannya di sosial media.

"Tanggal 16 Februari 2022 tersangka dengan akun Ana Ikhwan memposting di halaman Facebook dengan isi 'terkadang kalau lihat pasangan suami istri, mesra-mesra romantis di tempat umum. Kenapa ya rasanya pengen pergi aja ke Gedung DPR untuk amaliah'," ujar Aswin.

Adapun untuk peran tersangka MR dan HP adalah editor video dan penerjemah grup Annajiyah Media Centre yang membuat dan menyebarkan poster digital berisikan propaganda.

"Bertujuan untuk membangkitkan semangat Jihad sehingga orang yang melihat terpicu melakukan jihad amaliah," Aswin menandaskan.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya