IDI Sukoharjo Minta Jangan Kaitkan Profesi Dokter dengan Kasus Dugaan Teroris Sunardi

Oleh Ady Anugrahadi pada 14 Mar 2022, 14:28 WIB
Diperbarui 14 Mar 2022, 14:40 WIB
Banner Infografis Harapan Peningkatan Kekuatan dan Anggaran Densus 88 Antiteror. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Banner tim Densus 88 Antiteror. (Liputan6.com/Trieyasni)

Liputan6.com, Jakarta - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sukoharjo meminta masyarakat tidak mengait-ngaitkan keterlibatan Sunardi (54) dalam organisasi teroris dengan profesinya sebagai dokter.

Sunardi yang berprofesi sebagai dokter, tewas dalam penangkapan oleh tim Densus 88 Antiteror di Sukoharjo, Jawa Tengah pada Rabu (9/3/2022) malam WIB.

Ketua IDI Sukoharjo, Arif Budi Satria, menerangkan, keterkaitan IDI dan profesi dokter dengan dugaan terorisme menjadi sebuah kontradiktif. Apalagi selama ini IDI dan dokter fokus pada kemanusiaan, sementara yang ada saat ini dikaitkan dengan terorisme.

"Agar tidak terjadi distorsi, kami meminta masyarakat agar tidak menyangkutpautkan kasus terorisme yang disangkakan kepada Sunardi dengan profesinya sebagai dokter," ujar Arif dalam keterangan tertulis, Senin (14/3/2022).

"Perlu ada koreksi penyebutan, jangan almarhum dokter Sunardi, tapi Bapak Sunardi, mungkin itu bisa jadi salah satu bentuk komunikasi," imbuhnya.

Arif menyampaikan, organisasi IDI selalu mengedepankan humanisme dan sesuai dengan kode etik dan dalam sumpah dokter. Dia menekankan, fokus utama dokter adalah kemanusiaan.

Dalam sumpah dokter juga ada poin di mana para dokter diminta berikhtiar dengan sungguh-sungguh supaya tidak terpengaruh oleh pertimbangan keagamaan, kebangsaan, kesukuan, gender, politik, kedudukan sosial, dan jenis penyakit dalam menunaikan kewajiban terhadap pasien.


Sumpah Dokter

Tersangka terduga tindak pidana terorisme Dokter Sunardi ditembak hingga tewas oleh Tim Densus 88 Antiteror Polri.
Perbesar
Tersangka terduga tindak pidana terorisme Dokter Sunardi ditembak hingga tewas oleh Tim Densus 88 Antiteror Polri. (Twitter @@forbaby9pple)

Selain itu, Arif menekankan bahwa IDI Sukoharjo adalah organisasi yang patuh pada hukum. Dia menambahkan, IDI merupakan organisasi resmi di bawah naungan NKRI dan Undang-Undang, yang berarti IDI mengedepankan konstitusi dan patuh pada penegakan hukum.

"Setiap dokter juga selalu diingatkan akan sumpah yang diucapkan pada saat dilantik menjadi dokter. Pengawasan dan pembinaan terus dilakukan oleh IDI Sukoharjo supaya tidak terlibat dalam kegiatan yang membahayakan orang lain," terangnya.

Arif mengatakan, IDI Sukoharjo menyampaikan ungkapan belasungkawa atas meninggalnya Sunardi. Menurut dia, secara profesi medis, almarhum dikenal sebagai sosok dengan jiwa sosial yang tinggi dan selalu aktif turun menangani pasien saat ada bencana alam.

Selain itu, kata Arif, Sunardi juga rajin mengurus Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Ijin Praktek (SIP).

"Kami menyampaikan duka cita mendalam untuk keluarga almarhum dr Sunardi," ujar Arif.


IDI Sukoharjo Bertemu Polda Jateng

Awal pekan ini, Ketua IDI Sukoharjo, Arif Budi Satria, dan Wakil Ketua IDI Sukoharjo, Muhammad Daris Raharjo telah melakukan pertemuan dan diterima langsung oleh Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Muhammad Iqbal Alqudusy dan Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan.

Dari hasil pertemuan tersebut, Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Muhammad Iqbal Alqudusy, menyatakankan, peristiwa ini tidak ada kaitannya dengan profesi Sunardi sebagai dokter.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya