Pemprov DKI Fasilitasi IPA Mobile, Warga di Lokasi Berikut Bisa Konsumsi Langsung Air Baku

Oleh Liputan6.com pada 09 Mar 2022, 18:24 WIB
Diperbarui 09 Mar 2022, 18:24 WIB
Kondisi Air Tanah di Kawasan Muara Angke Jakarta
Perbesar
Seorang warga meminum air di kawasan Muara Angke, Jakarta, Sabtu (26/2/2022). Sejak tahun 1980-an, warga Muara Angke, Jakarta Utara, mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta menempatkan instalasi pengolahan air (IPA)  Mobile di lebih dari 6 titik. Mayoritas, penempatan IPA di Kepulauan Seribu.

IPA Mobile merupakan layanan air bersih yang disediakan Pemprov DKI. Melalui layanan ini warga dapat mengonsumsi air baku seperti sungai, waduk.

Kepala Seksi Perencanaan pada Dinas SDA, Elisabeth Tarigan mengatakan, wilayah kepulauan memiliki kesulitan paling tinggi untuk mendapatkan air bersih. Kondisi ini kemudian menjadi pertimbangan Dinas SDA menempatkan mayoritas IPA Mobile di kepulauan.

"Kebanyakan di pulau dan sudah diserahkan pengelolaannya ke PAM Jaya" kata Elisabeth kepada merdeka.com, Rabu (9/3/2022).

Berikut lokasi penempatan IPA Mobile oleh Dinas SDA: 

1. Pulau Sebira, sedang penyelesaian

2. Tomang dan Ancol

3. Setu Babakan

4. Sunter Selatan

5. IPA air tanah payau, untuk wilayah Jakarta Barat dan Utara.

 

Selain itu, Elisabeth juga menyampaikan, penempatan IPA Mobile dikarenakan wilayah tersebut masih belum teraliri air pipa.

Dia menuturkan, tidak ada tarif untuk air yang diproses oleh IPA Mobile, alias gratis. Berbeda dengan layanan air pipa PAM Jaya, yang memiliki ketentuan tarif sesuai kelas rumah tangga.

"Kalau PAM kan air bayar, ada tarifnya. Untuk rumah tangga normal sekitar Rp3.550 per 1000 liter untuk MBR (masyarakat berpenghasilan rendah) sekitar Rp1.050 per 1000 liter," kata dia.

 


Air Baku hingga Siap Diminum

Banjir
Perbesar
16 ribu liter air bersih disalurkan untuk korban banjir Pandeglang Banten. (Liputan6.com/Pramita Tristiwati)

Diketahui, Pemprov DKI Jakarta, melalui Dinas Sumber Daya Air tercatat telah memiliki 6 unit instalasi pengolahan air (IPA) Mobile hingga 2021. IPA Mobile berfungsi sebagai penyaring air untuk siap dikonsumsi.

Melalui akun instagram @dkijakarta, penempatan IPA mobile hanya di wilayah krisis air bersih.

Dalam infografis tersebut dijelaskan, kualitas IPA Mobile 2021 berbeda dengan kualitas tahun 2020. Jika pada 2020, air baku diolah menjadi air bersih, namun belum layak minum. Pada 2021, melalui IPA Mobile warga terdampak krisis air bersih dapat mengonsumsi air baku sungai melalui IPA Mobile.

Proses air baku hingga siap konsumsi sebagai berikut:

1. Air baku dari waduk, situ, embung, sungai dan sebagainya dipompa ke IPA mobile

2. Air melewati pengolahan proses kimiawi agar kotorannya mudah tergumpal. Kandungan pH air seimbang dan didesinfektanisasi.

3. Kemudian, air diaduk dengan gerakan lambat naik turun agar terbentuk gumpalan kotoran yang besar dan disaring secara fisik pakai beberapa media penyaringan

4. Dilakukan penyaringan kedua melalui membran dengan sistem ultrafiltrasi untuk menghilangkan virus dan bakteri dan sistem nanofiltrasi untuk menyaring padatan terlarut

5. Diberi sinar ultraviolet untuk menghilangkan bakteri patogen

6. Air siap untuk diminum

Pemprov DKI memastikan kualitas air siap minum hasil proses penyaringan melalui IPA mobile telah memenusi standar Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 492/Menkes/PER/IV/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum.

Untuk struktur badan IPA Mobile yaitu terbuat dari baja karbon dengan tebal 6 mm pada bottom plate dan 4 mm pada dinding IPA, difabrikasi dengan metode pengelasan standar pengerjaan food grade.

Kapasitas IPA Mobile yaitu 0,5 liter per detik dilengkapi sistem ultrafiltrasi dan nanofiltrasi untuk menghasilkan air bersih yang bebas dari virus kuman dan bakteri dilengkapi box pengisian botol.

 

Reporter: Yunita Amalia 

Sumber: Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya