Fraksi PKS DPR RI Minta Pemerintah Tanggung Jawab Penuh Investigasi Tragedi Kanjuruhan

Oleh Liputan6.com pada 02 Okt 2022, 21:30 WIB
Diperbarui 03 Okt 2022, 00:06 WIB
Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini
Perbesar
Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini. (Liputan6.com/Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini menyatakan duka cita yang mendalam atas tragedi Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur usai laga antara Arema FC dan Persebaya yang menewaskan ratusan orang dan luka-luka.

"Ini tragedi nasional yang membuat kita khususnya dunia sepak bola berduka. Tidak ada sepak bola yang lebih berharga dari nyawa. Sepak bola harus tetap menjujunjung tinggi kemanusiaan," ungkap Jazuli Juwaini melalui keterangan tertulis, Minggu (2/10/2022).

Dia mengatakan, atas nama pimpinan dan anggota Fraksi PKS mengucapkan belasungkawa untuk seluruh keluarga korban.

"Tidak ada yang bisa mengganti nyawa anak, orang tua, saudara, keluarga kita. Kesedihan yang teramat dalam untuk keluarga yang ditinggalkan karena tragedi yang sama sekali tidak kita harapkan ini," ucap Jazuli.

Untuk itu, Anggota Komisi I DPR Dapil Banten ini meminta Pemerintah untuk mengambil tanggung jawab penuh atas investigasi tragedi Kanjuruhan untuk memberikan kepastian dan keadilan bagi keluarga yang ditinggalkan serta seluruh rakyat Indonesia.

"Investigasi secara transparan apa yang menjadi penyebab begitu banyak korban jiwa. Apakah ada kelalaian penyelenggara dan aparat. Apakah ada kesalahan prosedur atau SOP dalam penanganan massa suporter. Apakah ada unproffesional conduct. Intinya tragedi ini harus diusut tuntas sehingga terang benderang masalah serta pihak-pihak yang bertanggung jawab," kata Jazuli.

Menurut dia, tragedi kemanusiaan terbesar sepak bola tanah air ini harus menjadi evaluasi menyeluruh bagi pihak-pihak terkait khususnya PSSI dan panitia penyelenggara liga atau turnamen juga pengelola klub dan supporter bola nasional.

Jazuli menilai, Pemerintah selaku rugulator sekaligus pelindung masyarakat sepak bola juga harus mengambil tanggung jawab untuk memperbaikinya.

"Cukup sudah jangan lagi ada nyawa melayang dalam pertandingan sepak bola. Kepada semua pihak mulai dari klub, induk sepak bola, pecinta sepak bola, mari kita introspeksi dan menyadari sepenuhnya bahwa sepak bola adalah olah raga prestasi dan tidak boleh mengorbankan kemanusiaan," pungkas Jazuli.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Polri Mutakhirkan Data Korban Tewas Tragedi Kanjuruhan Jadi 125 Orang

Potret Tragedi Kerusuhan Stadion Kanjuruhan Malang yang Tewaskan 127 Orang
Perbesar
Polisi dan tentara berdiri di tengah asap gas air mata saat kerusuhan pada pertandingan sepak bola antara Arema Vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, 1 Oktober 2022. Ratusan orang dilaporkan meninggal dunia dalam tragedi kerusuhan tersebut. (AP Photo/Yudha Prabowo)

Sebelumnya, Karodokpol Pusdokkes Polri Brigjen Nyoman Eddy Purnama Wirawan memutakhirkan data terbaru soal korban tewas tragedi suporter Arema di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Setelah diperbaharui, jumlah korban meninggal dunia ada sebanyak 125 orang.

"Update data terakhir yang dilaporkan meninggal dunia 129, setelah ditelusuri di RS terkait menjadi meninggal dunia 125 orang," tutur Nyoman kepada wartawan, Minggu (2/10/2022).

Menurut Nyoman, adanya selisih angka korban tewas lantaran kesalahan pencatatan di rumah sakit yang menangani para korban. Dari jumlah yang meninggal dunia tersebut sudah teridentifikasi seluruhnya alias 100 persen.

"Jumlah korban luka sebanyak 323 orang," jelas Nyoman.

Polri akan mendalami setiap unsur penyebab terjadinya tragedi Stadion Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Termasuk juga soal penggunaan gas air mata dalam upaya pengendalian massa suporter Arema yang turun ke lapangan dari tribun penonton.

"Sekali lagi saya minta rekan media untuk sabar, karena Pak Kapolri dan Pak Menpora hari ini melakukan rapat dulu bersama Pemerintah Daerah Provinsi Jatim, tentunya sesuai arahan Presiden berikan kesempatan kepada penyidik untuk bekerja, nanti hasilnya disampaikan," tutur Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Minggu (2/10/2022).

Menurut Dedi, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tengah bersiap bertolak ke Malang, Jawa Timur. Berdasarkan informasi, keberangkatan pejabat tinggi Polri dilaksanakan sekitar pukul 14.00 WIB melalui VIP Bandara Seokarno Hatta.

"Dievaluasi dulu secara menyeluruh, kita tidak boleh buru-buru menyimpulkan, secara menyeluruh agar komprehensif dan nanti hasil secara menyeluruh akan disampaikan," kata Dedi.

 


Jokowi Sampaikan Duka Cita

Presiden Jokowi memberikan keterangan pers terkait tragedi Arema di Stadion Kanjuruhan Malang. (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Perbesar
Presiden Jokowi memberikan keterangan pers terkait tragedi Arema di Stadion Kanjuruhan Malang pada Sabtu malam 1 Oktober 2022. (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan duka atas tragedi maut di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur usai laga derby antara Arema FC menjamu Persebaya Surabaya pada Sabtu malam 1 Oktober 2022.

Jokowi menyesalkan tragedi maut ini terjadi dalam perhelatan olahraga sepakbula. Dia berharap, insiden serupa tidak terulang lagi dalam sejarah sepakbola Indonesia.

"Saya menyesalkan terjadinya tragedi ini dan saya berharap ini adalah tragedi terkahir untuk sepakbola di Tanah Air," ujar Jokowi dalam konferensi pers daring, Minggu (2/10/2022).

Jokowi meminta, jangan sampai ada lagi tragedi kemanusiaan yang memakan banyak korban jiwa dalam dunia olahraga di masa mendatang.

"Sportivitas rasa kemanusiaan dan persaudaraan bangsa Indonesia harus kita jaga bersama," pungkas Jokowi.

Infografis Islandia Terus Kejutkan Sepak Bola Dunia
Perbesar
Islandia Terus Kejutkan Sepak Bola Dunia (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya