Kembali Ditemukan, Total Korban Meninggal Akibat Gempa Sumbar Jadi 11 Orang

Oleh Yopi Makdori pada 27 Feb 2022, 21:22 WIB
Diperbarui 27 Feb 2022, 21:23 WIB
Gempa dengan Magnitudo 6,1 (dimutakhirkan dari M 6,2) yang mengguncang Kabupaten Pasaman Barat mengakibatkan beberapa rumah rusak ringan hingga berat.
Perbesar
Gempa dengan Magnitudo 6,1 (dimutakhirkan dari M 6,2) yang mengguncang Kabupaten Pasaman Barat mengakibatkan beberapa rumah rusak ringan hingga berat. (Sumber: Twitter @DaryonoBMKG)

Liputan6.com, Jakarta - Satu korban meninggal dunia akibat gempa bumi bermagnitudo 6,1 yang mengguncang Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) kembali ditemukan tim gabungan pada Minggu (27/2/2022).

Penemuan ini menjadikan jumlah total korban meninggal dunia akibat gempa yang mengguncang pada Jumat (25/2/2022) itu menjadi 11 orang.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, 11 korban jiwa itu ditemukan di dua wilayah yakni Kabupaten Pasaman Barat dan Kabupaten Pasaman. Lima korban jiwa ditemukan di Pasaman Barat, sementara 6 orang di Kabupaten Pasaman.

BNPB juga mencatat, terdapat korban luka berat sebanyak 42 orang, luka ringan 346 orang, hilang 4 orang, dan sekitar 13 ribu warga terpaksa mengungsi akibat gempa Sumbar.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto memerintahkan supaya tim gabungan terus melanjutkan upaya pencarian dan pertolongan terhadap empat orang yang masih dinyatakan hilang di Kabupaten Pasaman.

Suharyanto juga meminta agar pemenuhan hak dan kebutuhan para pengungsi menjadi prioritas.

"Fokus utama penanganan yaitu pencarian 4 orang hilang, pendataan kerusakan dan yang terpenting memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi,” ungkap Suharyanto di sela pembagian masker serentak di Yogyakarta, Minggu (27/2/2022).


Ratusan Rumah dan Fasilitas Publik Rusak

Rumah warga terdampak gempa bumi di daerah Kajai, Kecamatan Talamau Pasaman Barat. (Liputan6.com/ Novia Harlina)
Perbesar
Rumah warga terdampak gempa bumi di daerah Kajai, Kecamatan Talamau Pasaman Barat. (Liputan6.com/ Novia Harlina)

Gempa bumi yang berpusat di 0,14 derajat LU dan 99,94 derajat BT pada kedalaman 10 kilometer itu juga mengakibatkan 103 unit rumah rusak berat, 5 unit rumah rusak ringan, kurang lebih 1.307 unit rumah rusak ringan.

Adapun 3 unit fasilitas pendidikan rusak berat, 2 rumah ibadah rusak, 1 bangunan fasilitas umum rusak, termasuk beberapa bangunan milik pemerintahan.

Selain itu, Bukit Lintang Nagari dilaporkan mengalami longsor dan upaya pembersihan material dan pencarian serta pertolongan menjadi fokus utama yang dilakukan tim gabungan.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya