Jusuf Kalla Sebut Listrik Bisnis Jangka Panjang: Bisa Sampai 100 Tahun

Oleh Muhammad Radityo Priyasmoro pada 26 Feb 2022, 10:00 WIB
Diperbarui 26 Feb 2022, 10:00 WIB
Jokowi Resmikan PLTA Poso dan PLTA Malea
Perbesar
Presiden Joko Widodo (kedua kiri) didampingi Menteri ESDM Arifin Tasrif, Menteri BUMN Erick Thohir, Dewan Penasehat Kalla Group Jusuf Kalla, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo saat meresmikan pengoperasian PLTA Poso dan PLTA Malea di Poso, Sulawesi Tengah, Jumat (25/2/2022). (Dok PLN)

Liputan6.com, Jakarta Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla atau akrab disapa JK mengatakan, bisnis listrik merupakan investasi jangka panjang, lantaran teknologinya yang masih bisa lama digunakan.

Adapun hal ini disampaikannya dalam peresmian pembanguan PLTA Poso Energy 515 MW dan PLTA Malea Energy 90 MW di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, pada Jumat 25 Januari 2022.

"Saya bertanya ke adik saya, apa bisnis yang teknologinya bisa jangka panjang? Dijawabnya listrik, listrik selama 100 tahun belum ada listrik wireless tetap ada kabel, transmisi, turbin, generator tetap itu selama 100 tahun," kata JK seperti dikutip dari siaran Youtube Sekretariat Presiden, Sabtu (26/2/2022).

Dia melanjutkan, Poso adalah lokasi strategis proyenya karena adanya potensi air sungai berlimpah yang terbuang ke laut begitu saja. JK pun memutuskan untuk membuat proyek pembangkit bikin listrik tenaga air yang memanfaatkan hal itu.

"Run of river, ada dua macam PLTA, ada dengan bendungan ada run of river, ini (PLTA Poso) dari sungai langsung tidak ada bendung yang besar karena (buat bendungan) itu sulit, ada masyarakat yang bernegosiasi. Karena itu kita memaka run of river," jelas JK.

JK menyinggung konsep yang dibuatnya bisa dieksekusi di luar Jawa. Namun jika diterapkan di Pulau Jawa sulit karena geografisnya yang datar.

"Di sini bisa kalau sungainya asalnya dari bukit atau gunung, di Jawa agak datar sehingga harus pakai bendung," katanya.

 


Sudah Lama

JK mengungkap, konsep tersebut sudah dipikirkannya sejak 17 tahun lalu. Konsep terkait menggunakan green energy atau EBT (energi baru terbarukan) yang akan dibutuhkan masyarakat kelak di masa depan.

"Karena itulah kami dengan tiga alasan bagaimaa mensejahterakan rakyat di sini, bahwa kita memberikan listrik ke 4 provinsi di Sulawesi, tengah, selata, tenggara, barat dan memberi cadangannya semua ada di sini (PLTA)," kata dia.

Sebagai informasi, kemampuan PLTA dibangun Kalla Group berkekuatan 600 megawatt yang baru digunakan sebanyak separuhnya. Kelebihan PLTA ini terdapat knop on/off nya yang bisa langsung dihidupkan saat diperlukan.

Berbeda dengan PLTU yang butuh waktu 8 jam untuk menyala, sebab energi didapat PLTA langsung dari air. Oleh karena itu, PLTA menjadi support energi apabila ada masalah di sistem listrik Sulawesi.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya