Kemenkominfo Beri Pelatihan Generasi Muda Maluku-Papua Tips Aman Gunakan Sosial Media di Internet

Oleh Liputan6.com pada 24 Sep 2022, 21:31 WIB
Diperbarui 28 Sep 2022, 17:12 WIB
Ilustrasi Facebook
Perbesar
Ilustrasi Facebook - Media sosial (Foto: Unsplash.com/Con Karampelas)

Liputan6.com, Jakarta - Pada Sabtu (24/9/2022), Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo RI) memberikan pelatihan kepada generasi Muda Maluku-Papua dengan tema 'Positif, Kreatif, dan Aman di Internet' secara daring dan offline.

Para narasumber yang hadir adalah Dosen UIN Makassar Alim Syariati, CTO MEC Indonesia Deddy Triawan, Content Creator Rahman Muhammad, serta dimoderatori Muhammad Rukkah.

Dosen UIN Makassar Alim Syariati membuka pelatihan atau webinar dengan memaparkan dari sudut pandang keamanan digital. Menurut dia, perkembangan tekhnologi informasi di dunia terus berkembang secara masif, pengguna internet indonesia mencapai 202 juta.

"Untuk itu, kita butuh keamanan sebagai sebuah proses untuk memastikan penggunaan layanan digital, baik secara daring maupun secara luring yang dapat dilakukan dengan aman," ujar Alim melalui keterangan tertulis, Sabtu (24/9/2022).

Dia mengatakan, masing-masing kita bisa memilih dan memiliki kontrol terhadap apapun yang akan diunggah maupun tidak di sosial media (sosmed).

"Tidak hanya itu, dengan kita mengunjungi website yang sesuai dengan usia kita, sopan dalam berkomunikasi, tidak memberikan informasi rahasia, selalu menyampaikan kepada orang terpercaya, informasi yang kita dapat. Itu adalah bentuk kita menjadi pribadi yang positif, kreatif dan aman di internet," ucap dia.

"Dunia digital adalah ruang kita sekarang ini, mari mengisinya dan menjadikannya sebagai ruang yang berbudaya, tempat kita belajar dan berinteraksi bersama," tutup Alim.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Pentingnya Miliki Standar

sosial media
Perbesar
ilustrasi media sosial facebook/Photo by Kaboompics .com from Pexels

CTO MEC Indonesia Deddy Triawan menambahkan, ada alasan mengapa kita tetap perlu etis dalam bermedia internet. Karena, kata dia, dalam ruang digital kita akan berinteraksi dan berkomunikasi dengan beragam perbedaan kultural.

"Nah, dari interaksi tersebut akan menciptakan standart baru tentang etika. Ruang lingkup etika dalam media digital, di antaranya terkait dengan “kesadaran, integritas, kebijakan, dan tanggung jawab," kata Deddy.

Dia menilai, dengan beretika di internet, maka kita menghindari sikap perundungan dunia maya atau disebut yberbullying serta ujaran kebencian.

"Kita tidak bisa menghindari untuk tidak mendapatkan perlakuan tersebut dari banyak orang, namun kita bisa menghindari melakukannya. Namun apabila kita yang mengalami, baiknya kita analisa bullying dan kebencian yang orang utarakan kepada kita, dan jadikan lebih baik untuk diri kita sendiri," jelas Deddy.

Infografis Journal_Fakta Tren Istilah Healing Bagi Pengguna Media Sosial
Perbesar
Infografis Journal_Fakta Tren Istilah Healing Bagi Pengguna Media Sosial (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya