Sekjen PDIP: Berpolitik Itu Tak Hanya Hadir Jelang Pemilu

Oleh Lizsa Egeham pada 29 Jan 2022, 15:16 WIB
Diperbarui 29 Jan 2022, 15:17 WIB
Hasto Kristiyanto Saat Memberikan Arahan di Pembukaan Sekolah Partai Gelombang II
Perbesar
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Saat Memberikan Arahan di Pembukaan Sekolah Partai Gelombang II (Foto: Dkumentasi PDIP).

Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (Sekjen PDIP) Hasto Kristiyanto mengatakan kegiatan menanam pohon yang rutin dilakukan partainya merupakan salah satu upaya membantu rakyat dalam rangka penghijauan. Dia menekankan bahwa PDIP tidak hanya berpolitik saat menjelang pemilihan umum (Pemilu).

Hal ini disampaikan Hasto dalam kegiatan menanam pohon dan penyebaran benih ikan untuk penghijauan di Danau Kampung Bintaro, Jakarta Selatan, Sabtu (29/1/2022). Acara ini dalam rangka turut memeriahkan HUT Ke-49 PDIP dan HUT Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

"Kami datang untuk membantu. Berpolitik itu kami diajarkan tidak hanya hadir saat jelang pemilu. Berpolitik itu hadir melihat berbagai persoalan masyarakat," kata Hasto dikutip dari siaran persnya, Sabtu.

"Berpolitik itu berkaitan dengan tata ruang, berpolitik itu bagaimana sumber makanan bagi masyarakat. Termasuk dengan memanfaatkan danau dan sungai untuk kegiatan positif bagi masyarakat," sambungnya.

Dia mengingatkan bahwa kegiatan menanam pohon menjadi bagian dari gerakan merawat Pertiwi. Hasto menyebut Gerakan Merawat Ibu Pertiwi hanya dapat dilakukan oleh orang yang memiliki jiwa kemanusiaan atas dasar cinta tanah air.

"Bung Karno mengajarkan bahwa membumikan Pancasila hanya bisa dilakukan kalau kita mencintai tanah air. Tanpa itu tidak akan bisa Pancasila dibumikan," jelasnya.

Hasto lalu menceritakan saat dirinya diminta Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mencari hulu Sungai Ciliwung. Tujuannya, agar bisa menanam pohon di sana demi menjaga mata air tersebut.

"Kami menanam beringin putih sebagai simbol itu pohon kehidupan. Bagaimana di hulu sungai kita harus menyelamatkan mata air sebagai kata air kehidupan. Tradisi itu yang kami jadikan kultur partai. Bagaimana agar gerakan merawat Pertiwi dilaksanakan penuh kesadaran dan tanggung jawab kita. Tidak hanya sebagai warga Indonesia, tetapi juga warga dunia,” tegas Hasto.

Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto.
Perbesar
Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto di sela-sela penanaman pohon mangrove di Kawasan Banyuwedang, Kabupaten Buleleng. (Foto: Dokumentasi PDIP).
Scroll down untuk melanjutkan membaca

Berpolitik dengan Hati

Ketua Umum Banteng Muda Indonesia (BMI) Mochamad Herviano Widyatama menyampaikan acara ini dilakukan untuk merealisasikan gagasan dan kecintaan Megawati terhadap lingkungan dan tanaman. Kendati tinggal di wilayah perkotaan, kata dia, budaya menanam tidak boleh hilang.

"Bumi nusantara kita tidak miskin dari keanekaragaman tanaman atau tumbuhan. Bahkan, di saat musim pandemi seperti sekarang ini, nenek moyang negeri kita telah mempersiapkan keanekaragaman tanaman obat-obatan yang dapat kita manfaatkan untuk meningkatkan imun," tuturnya.

Di menyebut Megawati selalu mengajarkan untuk berpolitik dengan hati. Hal itu bisa dimulai dengan menanam pohon yang bisa bermanfaat bagi rakyat.

"Berpolitik dalam kehidupan sehari-hari itu harus dmulai dengan kita mencintai lingkungan, mengorganisir lingkungan. Sejatinya politik itu bagaimana berkehidupan dan berkeadaban," ucap Herviano.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya