Meski Melonjak, Kemenkes Sebut Kasus Covid-19 Indonesia Paling Terkendali di Asia

Oleh Lizsa Egeham pada 29 Jan 2022, 10:40 WIB
Diperbarui 29 Jan 2022, 10:40 WIB
Gambar ilustrasi Virus Corona COVID-19 ini diperoleh pada 27 Februari 2020 dengan izin dari Centers For Desease Control And Prevention (CDC). (AFP)
Perbesar
Gambar ilustrasi Virus Corona COVID-19 ini diperoleh pada 27 Februari 2020 dengan izin dari Centers For Desease Control And Prevention (CDC). (AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengklaim kasus Covid-19 di tanah air paling terkendali dibandingkan dengan lima negara lain di Asia, meski saat ini Indonesia mengalami lonjakan kasus virus corona. Hal ini dibuktikan dengan jumlah penambahan kasus Covid-19 Indonesia yang tidak terlalu tinggi dari negara lain.

"Jika dibandingkan dengan India, Philipina, Singapura, Malaysia, dan Thailand, Indonesia memiliki jumlah penambahan kasus konfirmasi Covid-19 yang rendah," Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi dikutip dari siaran persnya, Sabtu (29/1/2022).

Berdasarkan data dari ourwordindata.org, kasus Covid-19 baru yang dikonfirmasi per 1 juta penduduk terlihat grafik penambahan kasus di Indonesia dominan landai. Per tanggal 26 Januari 2022, angka konfirmasi positif di Indonesia sebesar 13,27 per 1 juta penduduk.

Nadia mengatakan angka tersebut jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan Singapura dengan konfirmasi positif sebesar 825,80 per 1 juta penduduk dan Philipina sebesar 233,71 per 1 juta penduduk.

Indonesia juga masih rendah dibandingkan India yang sebesar 220,71 per 1 juta penduduk, Malaysia sebesar 121,19 per 1 juta penduduk, dan Thailand sebesar 110,20 per 1 juta penduduk.

Nadia menyampaikan pihaknya telah melakukan berbagai upaya dengan membuat regulasi yang mengarah pada pencegahan penyebaran Covid-19. Salah satunya, dengan memberlakukan level pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di setiap wilayah.

Menurut dia, PPKM tersebut diikuti dengan protokol kesehatan yang ketat. Mulai dari, memakai masker, mejaga jarak, mencuci tangan pakai sabun, mengurangi mobilitas, dan menjauhi kerumunan.

"Upaya-upaya tersebut dilakukan secara konsisten dan dievaluasi secara rutin. Sehingga setiap ada penambahan kasus dengan jumlah sedikit maupun banyak langsung dilakukan tata laksana perawatan yang baik di rumah sakit,'' jelasnya.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Jangan Bepergian ke Luar Negeri

Selain itu, dia memastikan fasilitas di rumah sakit telah disediakan secara maksimal untuk pasien Covid-19. Total ada 120.000 sampai 130.000 tempat tidur yang disiapkan pemerintah di berbagai fasilitas kesehatan.

Nadia menyampaikan Kemenkes juga telah menyediakan layanan telemedisin bagi pasien isolasi mandiri untuk mengurangi mobilitas. Layanan tersebut memberikan kemudahan bagi pasien untuk melakukan konsultasi hingga mendapatkan obat gratis.

''Kami selalu mengimbau masyarakat untuk tidak bepergian jika tidak terlalu penting," ucapnya.

"Bahkan saat ini di tengah melandanya kasus varian Omicron kami selalu meminta kepada masyarakat untuk menunda perjalanan luar negeri karena penyebaran kasus varian tersebut banyak terjadi di luar negeri,'' sambung Nadia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan Indonesia saat ini sedang menghadapi lonjakan kasus harian Covid-19 varian Omicron. Menurut dia, lonjakan kasus Covid-19 tersebut diprediksi masih akan terjadi dalam beberapa pekan kedepan.

"Saat ini kita menghadapi lonjakan kasus harian Covid, utamanya varian Omicron dan kenaikan ini diperkirakan masih akan terus meningkat dalam beberapa minggu kedepan," jelas Jokowi dalam konferensi pers di Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (28/1/2022).

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya