PTM 100 Persen di Jakarta Belum Disetop Meski Kasus Covid-19 Naik, Ini Alasan Pemprov

Oleh Rita Ayuningtyas pada 28 Jan 2022, 06:56 WIB
Diperbarui 28 Jan 2022, 06:56 WIB
.Jakarta Gelar Pembelajaran Tatap Muka 100 persen
Perbesar
Guru memberi materi kepada siswa saat pembelajaran tatap muka (PTM) di SDN 01 Pondok Labu, Jakarta, Senin (3/1/2022). Pemprov DKI Jakarta menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) setiap hari dengan jumlah siswa setiap kelas mencapai 100 persen dari kapasitas. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen di sekolah meski kasus Covid-19 terus naik. Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan pihaknya telah mengadakan kajian terkait hal ini.

Kajian Dinas Kesehatan DKI Jakarta itu mengungkap, warga berusia 20 tahun ke atas lah yang mendominasi rasio kasus (incident rate) penyebaran Covid-19 di Ibu Kota.

Oleh karena itu, PTM 100 persen di Jakarta tetap dilanjutkan, meski kasus Covid-19 melonjak.

"Kami membuat kajian rasio incident rate proporsi per kelompok umur rentangnya per 10 tahun, dari proporsi per kelompok umur tersebut, tertinggi kasusnya di rentang usia 20-50 tahun," kata Widyastuti di Balai Kota Jakarta, Kamis 27 Januari 2022 malam seperti dilansir Antara.

Data yang disebutkan tersebut merupakan rasio jumlah kasus tertinggi per 20 Desember 2021-25 Januari 2022 dan dikelompokkan berdasarkan rentang 10 tahun, yakni 0-10 tahun, 11-20 tahun, 21-30 tahun dan seterusnya.

Secara detil, kasus Covid-19 paling banyak ditemukan di rentang umur 20-30 dan 30-40 tahun.

"20-30, 30-40 paling tinggi dibanding kelompok usia yang lain," jelas Widyastuti.

Sementara untuk rentang anak sekolah, kata Widyastuti, rasio jumlah kasusnya cenderung stabil, bahkan tidak terjadi lonjakan signifikan.

"Sedangkan di usia sekolah itu tidak lebih tinggi artinya stabil, tidak terjadi lonjakan yang tinggi tiba-tiba, namun stabil," tutur Widyastuti.

Dia memastikan, pelacakan kasus aktif atau active case finding (ACF) terus digencarkan di sekolah-sekolah di Jakarta. Melalui ACF, Dinkes mengidentifikasi mayoritas warga sekolah yang positif Covid-19 berusia 18 tahun ke atas.

"Dalam ACF yang kita lakukan dan tracing di sekolah terdampak ada yang positif, itu angka tertinggi di komunitas sekolah adalah di usia 18 tahun ke atas," kata Widyastuti.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Makin Banyak Sekolah yang Ditutup Sementara

Adapun berdasarkan keterangan dari Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, sekolah yang ditutup akibat kasus Covid-19 bertambah. Setidaknya ada 120 siswa positif Covid-19 sehingga 90 sekolah ditutup sementara.

"Total jumlah sekolah yang ditemukan kasus positif 90 sekolah," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, Rabu kemarin.

Adapun data ini merupakan data per 22 Januari 2022. Durasi penutupan sekolah pun beragam, yakni 5-14 hari. Saat ini sekitar 80 sekolah sudah diizinkan buka kembali.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya