90 Sekolah di Jakarta Hentikan Sementara PTM Terbatas

Oleh Yopi Makdori pada 26 Jan 2022, 10:20 WIB
Diperbarui 26 Jan 2022, 10:21 WIB
.Jakarta Gelar Pembelajaran Tatap Muka 100 persen
Perbesar
Siswa mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SDN 01 Pondok Labu, Jakarta, Senin (3/1/2022). PTM terbatas dilaksanakan setiap hari dengan jumlah peserta didik dapat 100 persen dari kapasitas ruang kelas dengan lama belajar paling banyak enam jam pelajaran per hari. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Jumlah sekolah di Jakarta yang menghentikan pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas kembali bertambah. Dari data Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Rabu (26/1/2022) tercatat sudah ada 90 sekolah di Ibu Kota menghentikan PTM.

Sekolah-sekolah tersebut terpaksa menghentikan proses pembelajaran lantaran ditemukan kasus Covid-19. Sebagian besar temuan kasus didominasi di jenjang SMA.

Siswa menjadi unsur utama penyumbang tingginya angka kasus positif pada warga sekolah. Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta mencatat paling tidak terdapat 120 siswa pada sekolah Jakarta yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Dan ada sembilan guru serta enam tenaga kependidikan yang positif Corona. Total ada 135 warga sekolah di Ibu Kota yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Adapun sekolah yang menghentikan PTM sementara terdiri dari 11 TK, 25 SD, 17 SMP, 30 SMA, dan dua Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Belasan Sekolah di Jakpus Hentikan PTM

.Jakarta Gelar Pembelajaran Tatap Muka 100 persen
Perbesar
Siswa mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SDN 01 Pondok Labu, Jakarta, Senin (3/1/2022). PTM terbatas dilaksanakan setiap hari dengan jumlah peserta didik dapat 100 persen dari kapasitas ruang kelas dengan lama belajar paling banyak enam jam pelajaran per hari. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Pusat terpaksa menghentikan sementara pembelajaran tatap muka (PTM) di 18 sekolah akibat sejumlah siswa terpapar COVID-19.

Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Pusat, Uripasih mengatakan 18 sekolah yang ditutup tersebut terdiri dari jenjang SD, SMP, dan SMA.

"Selama ditutup pembelajaran tatap muka dihentikan sementara dan dialihkan menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ)," kata Uripasih di Jakarta, Selasa (25/1/2022).

Sebanyak 37 pelajar dari 18 sekolah tersebut kini masih menjalani isolasi mandiri di rumah dan menjalani karantina di Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat.

Menurut Uripasih, umumnya para pelajar terpapar COVID-19 dari klaster keluarga. Namun demikian, pelacakan (tracing) tetap dilakukan kepada murid sekelas dan pengajar.

Jika ditemukan kasus yang berasal dari klaster sekolah, Sudin Pendidikan Jakpus menyatakan pihak sekolah wajib menutup sementara dan melakukan PJJ.

"Jika murid terkena di sekolah kemudian dilakukan tracing kepada peserta didik atau guru dan ada yang positif, itu harus ditutup. Jika murid terkena dari keluarga, kemudian teman sekelasnya hasilnya negatif, PTM masih bisa berjalan," kata dia seperti dikutip Antara.

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya