Luhut Sebut Mobilitas Warga di Jawa-Bali Mulai Alami Penurunan, Ini Penyebabnya

Oleh Lizsa Egeham pada 24 Jan 2022, 17:02 WIB
Diperbarui 24 Jan 2022, 17:02 WIB
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan
Perbesar
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat konferensi pers tentang evaluasi PPKM.

Liputan6.com, Jakarta Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan terjadi tren penurunan mobilitas masyarakat di Jawa dan Bali pada pekan ini.

Dia menyebut penurunan mobilitas ini kemungkinan terjadi karena periode libur panjang yang telah selesai.

"Berdasarkan data yang kami ambil dari Google Mobility pada pekan ini, mulai terdapat tren penurunan mobilitas di Jawa Bali. Apakah itu mungkin karena selesai libur atau masyarakat kita mulai telah disiplin,"jelas Luhut dalam konferensi pers di Youtube Sekretariat Presiden, Senin (24/1/2022).

Dia berharap penurunan mobilitas masyarakat tersebut dapat terus dipertahankan sampai tiga minggu ke depan. Selain itu, Luhut memprediksi penurunan mobilitas karena masyarakat yang mulai waspada dengan Covid-19 varian Omicron.

Pemerintah, kata dia, mengapresiasi langkah seluruh masyarakat yang mulai waspada terhadap dampak varian Omicron. Luhut pun mengingatkan masyarakat terus disiplin protokol kesehatan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan.

"Protokol kesehatan jangan ditinggalkan, selalu kenakan masker, kurangi aktivitas keluar rumah yang tidak perlu, dan selalu gunakan Peduli Lindungi ketika beraktivitas di tempat umum," katanya.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Klaim Masih Terkendali

Penyemprotan Disinfektan Rutin di Sekolah saat PTM 100 Persen
Perbesar
Petugas sekolah menyemprotkan disinfektan usai Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen di SMP Negeri 9 Depok, Senin (24/1/2022). Penyemprotan disinfektan secara rutin juga dilakukan guna mengantisipasi penyebaran Covid-19 varian Omicron yang terus meningkat. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Menurut Luhut, kasus harian Covid-19 terus mengalami peningkatan dalam seminggu terakhir. Berdasarkan data yang dihimpun, kasus di Jawa-Bali mendominasi kasus harian yang naik.

"Kenaikan di Jawa-Bali kami identifikasi masih bersumber dari peningkatan pada wilayah aglomerasi Jabodetabek," ujar Luhut.

Dia memastikan pemerintah tetap dalam kendali penuh menghadapi lonjakan varian Omicron. Luhut menuturkan peningkatan kasus Covid-19 saat ini masih cukup terkendali dibandingkan saat puncak varian Delta pada 2021 lalu.

"Jumlah kasus konfirmasi dan aktif harian masih lebih rendah lebih dari 90 persen jika dibandingkan dengan kasus puncak Delta," tutur Luhut.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya