Luhut: Bahaya Omicron Ini Tak Boleh Anggap Enteng, Bisa Timbulkan Kematian

Oleh Lizsa Egeham pada 24 Jan 2022, 15:00 WIB
Diperbarui 24 Jan 2022, 15:00 WIB
Bertemu Sekjen Kementerian KP, Menko Luhut: Program yang Baik Jangan Berhenti
Perbesar
Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan

Liputan6.com, Jakarta Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta semua pihak tak menganggap enteng bahaya dari Covid-19 varian Omicron.

Menurut dia, varian Omicron dapat menyebabkan angka kematian menjadi melonjak apabila kondisi rumah sakit melebihi kapasitas.

"Mengenai bahaya Omicron ini kita juga tidak boleh anggap enteng. Kita belum tahu juga apakah ini nanti bisa timbulkan kematian. Bisa menimbulkan kematian banyak kalau rumah sakit overwhelmed, kepenuhan," kata Luhut dalam konferensi pers di Youtube Sekretariat Presiden, Senin (24/1/2022).

Untuk itu, kata dia, pemerintah terus menjaga agar kasus Covid-19 terus terkendali sehingga perawatan di rumah sakit tidak melonjak. Luhut memastikan sistem kesehatan Indonesia sudah cukup siap dalam menghadapi lonjakan varian Omicron.

"Kesiapan rumah sakit, obat berkali-kali saya sampaikan kita semua lebih dari cukup," jelas dia.

Luhut mengakui bahwa terjadi kenaikan kasus Covid-19 akibat varian Omicron. Namun, dia menyebut peningkatan kasus harian Covid-19 tersebut relatif masih terkendali dan angkanya jauh lebih rendah 90 persen dibandingkan saat puncak varian Delta.

"Sejak varian Omicron ditemukan satu bulan yang lalu di Indonesia, hari ini belum terlihat tanda-tanda kenaikan kasus yang cukup eksponensial seperti yang terjadi di belahan negara yang lain," kata Luhut.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tingkat BOR

Disisi lain, Luhut menyampaikan tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di Jawa dan Bali saat ini jauh lebih baik dibandingkan dengan awal kenaikan varian Delta.

Sehingga, memberikan ruang yang lebar sebelum mencapai batas mengkhawatirkan 60 persen.

Selain itu, kasus kematian harian di seluruh wilayah Jawa-Bali juga masih rendah dalam 14 hari hari terakhir. Kendati begitu, pemerintah tetap waspada terutama melihat Angka Reproduksi Efektif mulai mengalami peningkatan.

"Saat ini Angka RT di Jawa sudah mencapai 1 dan Bali sudah lebih dari 1," tutur Luhut.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya