PDIP: Indonesia Jadi Presidensi G20, Kita Ajak Negara Lain Lestarikan Lingkungan

Oleh Lizsa Egeham pada 23 Jan 2022, 12:24 WIB
Diperbarui 23 Jan 2022, 12:24 WIB
Sebagai Presidensi G20, Indonesia mulai menggelar berbagai pertemuan tingkat tinggi di Bali
Perbesar
Sebagai Presidensi G20, Indonesia mulai menggelar berbagai pertemuan tingkat tinggi di Bali (dok: Ilyas)

Liputan6.com, Jakarta PDI Perjuangan melakukan aksi penanaman pohon mangrove dan cemara udang di Kawasan Banyuwedang, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali, Minggu (22/1/2022). Hal ini dilakukan PDIP untuk mendukung Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam menunjukkan komitmen Indonesia terhadap transisi menuju ekonomi hijau di Presidensi G20 2022.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menilai Indonesia perlu menjadi garda terdepan mengajak negara-negara maju dalam forum G20 untuk membangun kelesetarian lingkungan, bukan hanya memikirkan ekonomi.

"Karena dengan kepercayaan kepada Indonesia untuk presidensi G20 tersebut, kami harus mendorong seluruh anak bangsa, terlebih bagi PDI Perjuangan sebagai partai politik untuk menyuarakan kepentingan nasional kita," kata Hasto di sela-sela penanaman pohon mangrove dikutip dari siaran persnya, Minggu (23/1/2022).

Dia menyadari ada tiga isu utama yang akan dibawa Presiden Jokowi pada forum G20. Pertama mengenai arsitektur kesehatan global. Kedua, soal transformasi ekonomi digital. Ketiga, terkait transisi energi menuju ekonomi hijau.

Hasto setuju dengan gagasan Presiden Jokowi yang ingin mengajak 20 negara dengan perekonomian terbesar di dunia untuk melakukan agenda pembangunan yang lebih berkeadilan, mengedepankan kesetaraan, dan gotong royong. Khususnya, dalam mengatasi pandemi.

"Namun, juga harus menaruh perhatian menjaga lingkungan hidup, di mana perhutanan daerah pantai dengan mangrove juga menjadi konsentrasi," jelasnya.

Hasto juga menyatakan komitmen penghijauan dengan menanam pohon tersebut tersebut sekaligus mengisi HUT PDIP dan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. PDIP pun mengajak masyarakat untuk merawat lingkungan, membangun sikap peduli kelestarian alam, dan menjaga kebersihan.

"Rakyat juga memerlukan lingkungan yang hijau, yang bersih, yang menghasilkan oksigen bagi kehidupan, dengan menanam Itu akan menjadi bagian dalam menjaga keseimbangan alam raya," tutur Hasto.

 


Melupakan Keseimbangan Alam

Menurut dia, sejumlah daerah di Indonesia, seperti Bekasi, Karawang, dan Gresik, merupakan wilayah industri yang melupakan aspek-aspek keseimbangan alam. Bahkan, kata Hasto, Kalimantan Barat dan Papua beberapa waktu lalu terjadi banjir yang dahsyat.

"Ini peringatan dari Yang Di Atas bahwa pembangunan yang memperhatikan faktor lingkungan ternyata sangat vital," ucap Hasto.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya