Terus Bertambah, Kasus Omicron di Jakarta Capai 1.177 Orang

Oleh Yopi Makdori pada 22 Jan 2022, 19:25 WIB
Diperbarui 22 Jan 2022, 19:25 WIB
FOTO: Waspada Ancaman Omicron hingga Februari Mendatang
Perbesar
Kepadatan calon penumpang kereta Commuter Line (KRL) di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Rabu (12/1/2022). Data sementara Kementerian Kesehatan hingga 10 Januari 2022, total ada 506 kasus COVID-19 varian Omicron di Indonesia. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyampaikan bahwa temuan kasus konfirmasi positif Covid-19 varian Omicron di Ibu Kota kembali bertambah.

Hingga hari ini, Sabtu (22/1/2022) tercatat sudah ada 1.177 kasus Omicron yang ditemukan di wilayah DKI Jakarta.

"Terkait kasus yang sudah saya sampaikan bahwa Omicron di Jakarta itu sudah 1.177," kata Riza di Jakarta, Sabtu. 

Menurut Riza, sebagian besar Omicron di Jakarta merupakan kasus impor, dengan rincian sebanyak 827 kasus. Sisanya merupakan transmisi lokal.

"Kasus impornya ada 827, lokalnya ada 350," jelas dia. 

 

 

** #IngatPesanIbu 

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap 3m #vaksinmelindungikitasemua

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Perlu Perketat PTM

.Jakarta Gelar Pembelajaran Tatap Muka 100 persen
Perbesar
Siswa mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SDN 01 Pondok Labu, Jakarta, Senin (3/1/2022). PTM terbatas dilaksanakan setiap hari dengan jumlah peserta didik dapat 100 persen dari kapasitas ruang kelas dengan lama belajar paling banyak enam jam pelajaran per hari. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Seiring dengan meningkatnya kasus varian Omicron Covid-19 di Ibu Kota, Riza Patria merasa perlu untuk memperketat aturan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah. 

"Betul seperti yang disampaikan oleh Wapres Pak Kiai Maruf Amin bahwa seiring dengan peningkatan kasus Covid-19 Omicron, kita perlu ada pengetatan. Banyak hal yang kita lakukan yang pertama kita selalu mengikuti regulasi terkait Omicron maupun Covid," ujar Riza di Jakarta, Jumat malam, 21 Januari kemarin.

Riza menuturkan, pihaknya telah menempuh sejumlah cara untuk mengantisipasi paparan Covid-19 terhadap warga sekolah. Seperti dengan memastikan kehadiran Satgas Covid-19 di lingkungan sekolah.

Di samping juga mempercepat pelaksanaan vaksinasi kepada warga sekolah, baik kepada pendidik, tenaga kependidikan, maupun peserta didik.

"Kemudian yang keempat juga kita terus koordinasikan dengan seluruh jajaran, bentuk kerja sama meningkatkan monitoring dan pengawasannya. Karena masyarakat ini merasa sudah vaksin, mungkin kurang disiplin, nah mari kita tingkatkan," ajaknya.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya