Cegah Omicron, DPR Minta Masyarakat Tunda Liburan ke Luar Negeri

Oleh Liputan6.com pada 21 Jan 2022, 14:17 WIB
Diperbarui 21 Jan 2022, 15:44 WIB
PSBB Transisi DKI Jakarta Diperpanjang
Perbesar
Pedagang kaki lima melintasi mural bertemakan Imbauan Protokol Kesehatan Covid-19 di kawasan Bukit Duri, Jakarta, Minggu (25/10/2020). Gubernur DKI Anies Baswedan kembali memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi hingga 8 November 2020. (merdeka.com/Iqbal Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta Anggota Komisi IX DPR Edy Wuryanto menilai imbauan pemerintah agar masyarakat tidak bepergian ke luar negeri sudah tepat. Langkah itu dinilai penting sebagai upaya mencegah penularan Omicron.

"Masyarakat harus paham, kalau berkunjung karena ingin refreshing, ditunda dulu lah. Refreshing bukan persoalan penting," kata Edy Wuryanto kepada wartawan, Jumat (21/1/2022).

Menurut dia, masyarakat bisa liburan tanpa harur ke luar negeri. "Saya mengimbau kepada masyarakat, tahan dululah ya karena kita paham betul transmisi ini kebanyakan di negara-negara seperti Turki, Amerika, Malaysia, Singapura. Ini negara-negara yang memang tercatat transmisinya tinggi," tutur Edy.

Dia menegaskan, masyarakat harus membantu pemerintah berupaya mencegah penularan kasus Covid-19 terutama varian Omicron. "Jangan sampai kita menjadi sumber atau orang yang membawa virus Omicron ke Indonesia," kata dia.

Menurut dia, kesadaran publik agar tidak bepergian ke luar negeri mesti terus ditingkatkan. Pejabat publik dan figur masyarakat harus menjadi contoh baik. 

"Jangan sampai negara sedang fokus menangani Omicron dan seluruh rakyat Indonesia sedang fokus ke situ, kita tidak memberi contoh yang baik," imbuhnya.

Edy mengatakan bahwa anggota DPR tidak akan melakukan kunjungan ke luar negeri jika tidak ada kegiatan yang sangat penting sebagai bagian mencegah penularan Omicron. 

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Taati Protokoler Kesehatan

Selain itu, kata dia, percepatan vaksinasi Covid-19 juga perlu dilakukan dalam upaya pencegahan penularan Omicron. Jika sudah mendapatkan dosis lengkap, maka harus segera ikut vaksinasi booster sesuai aturan pemerintah.

Jika belum sama sekali, maka harus segera mengikuti vaksinasi dosis pertama dan kedua.

"Orang yang sudah booster itu kan mampu mencegah kondisi berat bahkan kematian jika terpapar. 70 persen kasus sebagian besar itu hanya pada tahap ringan sedang. Ini pentingnya vaksinasi," jelasnya.

Selain protokol kesehatan juga harus tetap ditaati semua masyarakat, testing dan tracing juga harus ditingkatkan. Kemudian, distribusi obat-obatan Covid-19 atau penggunaan obat telemedicine harus dipermudah.

"Sehingga pasien-pasien tidak perlu berdatangan ke layanan-layanan kesehatan," ujarnya.

Di samping itu, pusat-pusat isolasi mandiri perlu disiapkan. "Sehingga mengurangi jumlah yang dirawat di rumah sakit. Karena ringan sedang itu sesungguhnya tidak perlu di rumah sakit," ujar Edy.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya