3 Sekolah di Depok Jadi Klaster Covid-19 Saat Pembelajaran Tatap Muka

Oleh Dicky Agung Prihanto pada 21 Jan 2022, 15:30 WIB
Diperbarui 21 Jan 2022, 15:30 WIB
FOTO: Vaksinasi Covid-19 untuk Anak Usia 6-11 Tahun Mulai Dilaksanakan
Perbesar
Tenaga kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada siswa di SDN 01 Depok, Depok, Jawa Barat, Selasa (14/12/2021). Kementerian Kesehatan mulai melaksanakan vaksinasi COVID-19 untuk anak usia 6-11 tahun dengan penggunaan vaksin Sinovac. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok menemukan klaster Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di tiga sekolah tingkat SMA. Klaster tersebut menjadi salah satu pemicu peningkatan kasus Covid-19 di Kota Depok dalam sepekan

"Tiga sekolah yang terdeteksi yakni satu SMA Negeri, swasta, dan boarding school," ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana saat dihubungi Liputan6.com, Jumat (21/1/2022).

Dia mengungkapkan, Satgas Penanganan Covid-19 menemukan 29 kasus konfirmasi aktif di dua sekolah, yakni lima kasus pada SMA Negeri dan 24 kasus pada SMA swasta. Sedangkan untuk boarding school Satgas Penanganan Covid-19 masih melakukan tracing.

"Temuan adanya klaster PTMT di SMA sudah diketahui sejak minggu lalu dan sesuai dengan SKB 4 menteri dihentikan sementara," ungkap Dadang.

Dadang menjelaskan, kewenangan terkait penanganan SMA berada di bawah pengawasan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Namun berdasarkan rujukan SKB 4 menteri apabila ditemukan klaster di SMA, akan dihentikan sementara selama 14 hari.

"Satgas Depok melakukan langkah penanganan terkait dengan klaster PTMT, namun kami koordinasi dengan Disidik Provinsi untuk melakukan langkah mitigasi," jelas dia.


Kasus Covid-19 di Depok

Sementara itu, rata-rata penambahan positif Covid-19 mencapai 50 kasus dalam pekan ini. Satgas Penanganan Covid-19 mengandalkan Disdik Provinsi Jawa Barat untuk secara bersama melakukan mitigasi pada klaster PTMT di SMA.

"Untuk puskesmas sudah memiliki SOP, hanya untuk ke dalam sekolah Disdik Provinsi yang memiliki kewenangan," ucap Dadang.

Dia menuturkan, hasil penelusuran Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, awal penularan Covid-19 berasal dari klaster perkantoran yang kemudian menularkan di keluarga. Selanjutnya penularan dialami anak yang mengikuti PTMT di sekolah dan menularkan ke siswa lainnya.

"Rantainya seperti itu dari klaster perkantoran, lalu ke rumah atau keluarga, keluarga menularkan kepada anak ke sekolah," ucap Dadang.

Dadang mengatakan, Satgas Penanganan Covid-19 telah memprediksi terjadi peningkatan kasus Covid-19, setelah libur Natal dan tahun baru. Forkopimda Kota Depok sudah melakukan rapat dipimpin Wali Kota Depok membahas beberapa langkah yang akan dilakukan.

"Kami membahas beberapa langkah yang akan dilakukan termasuk sosialisasi di hulunya dan juga penegakan hukum, termasuk di penanganan," kata Dadang.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya