Update Kamis 20 Januari 2022: 4.277.644 Positif Covid-19, Sembuh 4.121.117, Meninggal 144.199

Oleh Devira Prastiwi pada 20 Jan 2022, 18:38 WIB
Diperbarui 20 Jan 2022, 18:48 WIB
Ilustrasi corona covid-19 (Foto: Pixabay/fernando zhiminaicela))
Perbesar
Ilustrasi corona covid-19 (Foto: Pixabay/fernando zhiminaicela)

Liputan6.com, Jakarta - Kembali dilaporkan masih adanya penambahan kasus positif, sembuh, dan meninggal dunia akibat virus Corona yang menyebabkan Covid-19 di Indonesia.

Pada hari ini, Kamis (20/1/2022) terdapat penambahan 2.116 orang positif Corona berdasarkan data Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19.

Total akumulatifnya di Indonesia ada 4.277.644 orang terkonfirmasi positif terinfeksi virus Corona yang menyebabkan Covid-19 hingga saat ini.

Untuk kasus sembuh pada hari ini bertambah 577 orang. Di Indonesia sampai kini total akumulatif terdapat 4.121.117 pasien berhasil sembuh dan dinyatakan negatif Covid-19.

Sementara itu, kasus meninggal dunia ada penambahan 7 orang pada hari ini. Sehingga sampai saat ini total akumulatifnya ada 144.199 orang meninggal dunia akibat virus Corona yang menyebabkan Covid-19 di Indonesia.

Data update pasien Covid-19 tersebut tercatat sejak Rabu 19 Januari 2022 pukul 12.00 WIB, hingga hari ini, Kamis (20/1/2022) pada jam yang sama.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Presiden Jokowi Sebut Capaian Vaksinasi Covid-19 Terus Meningkat

20170113-Jokowi-Temui-Pelaku-Industri-Jakarta-AY
Perbesar
Presiden Joko Widodo memberi keterangan saat melakukan pertemuan dengan pelaku industri jasa keuangan di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/1). Jumlah UMKM di Indonesia terbilang cukup besar, yaitu lebih dari 50 juta UMKM. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan, capaian vaksinasi Covid-19 di Indonesia terus meningkat. Total sudah 301 juta dosis vaksin virus corona yang berhasil disuntikkan kepada masyarakat.

"Pencapaian vaksinasi juga terus meningkat, pagi tadi saya dapat laporan sudah disuntikkan 301 juta vaksin kita. Dosis satu 85 persen, dosis kedua 58 persen," kata Jokowi dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan Tahun 2022 dan Peluncuran Taksonomi Hijau secara virtual, Kamis (20/1/2022).

Selain itu, kata dia, pemerintah juga telah memulai program vaksinasi booster atau dosis ketiga. Ada pun vaksinasi booster diberikan secara gratis kepada masyarakat yang sudah mendapat vaksin dosis kedua lebih dari enam bulan.

"Vaksin penguat booster juga sudah kita suntikkan dan kita sudah mulai sejak 12 Januari 2022 lalu," ujarnya.

Di sisi lain, dia menyampaikan penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia semakin terkendali. Namun, Jokowi mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap penyebaran Covid-19, khususnya varian Omicron.

"Hati-hati masih ada varian Omicron yang harus diwaspadai," ucapnya.

Menurut dia, penanganan pandemi yang semakin baik harus dimanfaatkan untuk memberikan optimisme, keyakinan, dan kerpecayaan yang lebih besar kepada masyarakat dan pelaku usaha. Hal ini agar mereka dapat segera melanjutkan aktvitas ekonomi dan aktivitas produktif lainnya.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Perjalanan Kasus Corona di Indonesia

Ilustrasi COVID-19
Perbesar
Ilustrasi COVID-19. Foto: (Ade Nasihudin/Liputan6.com).

Kasus infeksi virus Corona pertama kali muncul di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China Desember 2009. Dari kasus tersebut, virus bergerak cepat dan menjangkiti ribuan orang, tidak hanya di China tapi juga di luar negara tirai bambu tersebut.

2 Maret 2020, Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengumumkan kasus Covid-19 pertama di Indonesia. Pengumuman dilakukan di Veranda Istana Merdeka.

Ada dua suspect yang terinfeksi Corona, keduanya adalah seorang ibu dan anak perempuannya. Mereka dirawat intensif di Rumah Sakit Penyakit Infeksi atau RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta Utara.

Kontak tracing dengan pasien Corona pun dilakukan pemerintah untuk mencegah penularan lebih luas. Dari hasil penelurusan, pasien positif Covid-19 terus meningkat.

Sepekan kemudian, kasus kematian akibat Covid-19 pertama kali dilaporkan pada 11 Maret 2020. Pasien merupakan seorang warga negara asing (WNA) yang termasuk pada kategori imported case virus Corona. Pengumuman disampaikan Juru Bicara Pemerintah untuk Urusan Virus Corona, Achmad Yurianto, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat

Yurianto mengatakan, pasien positif Covid-19 tersebut adalah perempuan berusia 53 tahun. Pasien tersebut masuk rumah sakit dalam keadaan sakit berat dan ada faktor penyakit mendahului di antaranya diabetes, hipertensi, hipertiroid, dan penyakit paru obstruksi menahun yang sudah cukup lama diderita.

Jumat 13 Maret 2020, Yurianto menyatakan pasien nomor 01 dan 03 sembuh dari Covid-19. Mereka sudah dibolehkan pulang dan meninggalkan ruang isolasi.

Pemerintah kemudian melakukan upaya-upaya penanganan Covid-19 yang penyebarannya kian meluas. Di antaranya dengan mengeluarkan sejumlah aturan guna menekan angka penyebaran virus Corona atau Covid-19. Aturan-aturan itu dikeluarkan baik dalam bentuk peraturan presiden (perpres), peraturan pemerintah (PP) hingga keputusan presiden (keppres)

Salah satunya Keppres Nomor 7 tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Keppres ini diteken Jokowi pada Jumat, 13 Maret 2020. Gugus Tugas yang saat ini diketuai oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo ini dibentuk dalam rangka menangani penyebaran virus Corona.

Gugus Tugas memiliki sejumlah tugas antara lain, melaksanakan rencana operasional percepatan penanangan virus Corona, mengkoordinasikan serta mengendalikan pelaksanaan kegiatan percepatan penanganan virus Corona.

Sementara itu, status keadaan tertentu darurat penanganan virus Corona di Tanah Air ternyata telah diberlakukan sejak 28 Januari sampai 28 Februari 2020. Status ditetapkan pada saat rapat koordinasi di Kementerian Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK) saat membahas kepulangan WNI di Wuhan, China.

Kapusdatinkom BNPB Agus Wibowo menjelaskan, karena skala makin besar dan Presiden memerintahkan percepatan, maka diperpanjang dari 29 Februari sampai 29 Mei 2020. Sebab, daerah-daerah di tanah air belum ada yang menetapkan status darurat Covid-9 di wilayah masing-masing.

Agus Wibowo menjelaskan jika daerah sudah menetapkan status keadaan darurat, maka status keadaan tertentu darurat yang dikeluarkan BNPB tidak berlaku lagi.

Penanganan kasus virus corona (Covid 19) pun semakin intens dilakukan. Pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mereduksi sekaligus memberikan pengobatan terhadap mereka yang terpapar Covid-19.

Berdasarkan situs covid19.go.id, sebanyak 140 rumah sakit di Tanah Air dijadikan rujukan untuk penanganan pasien Covid-19. Ada pula sejumlah tempat yang dijadikan rumah sakit darurat.

Salah satunya, pemerintah resmi menjadikan Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, sebagai rumah sakit darurat untuk pasien Covid 19. Peresmian dilakukan langsung oleh Presiden Jokowi, Senin 23 Maret 2020. Begitu dibuka, Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran langsung menerima pasien.

Ada pula Rumah Sakit Darurat di Pulau Galang, Kepulauan Riau. Pulau tersebut dulunya merupakan tempat penampungan warga Vietnam. Tempat tersebut telah dirapikan dan bisa menampung 460 pasien. Sejumlah tempat milik pemerintah lainnya juga dijadikan tempat isolasi pasien yang terpapar Covid-19.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Ayo Jadikan 2022 Tahun Terakhir Indonesia dalam Masa Pandemi Covid-19

Infografis Ayo Jadikan 2022 Tahun Terakhir Indonesia dalam Masa Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Ayo Jadikan 2022 Tahun Terakhir Indonesia dalam Masa Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya