Alfamart Mulai Jual Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Oleh Liputan6.com pada 20 Jan 2022, 15:17 WIB
Diperbarui 20 Jan 2022, 15:18 WIB
Pembayaran nontunai
Perbesar
Pembayaran nontunai di Alfamart lewat ShopeePay (Foto: Shopee)

Liputan6.com, Jakarta - Alfamart mulai Rabu 19 Januari 2022 menjual minyak goreng dengan harga Rp 14.000 per liter. Program Minyak Goreng Satu Harga sesuai dengan kebijakan Kementerian Perdagangan RI.

Tujuannya agar para peritel bisa menjual minyak goreng baik kemasan premium dan kemasan sederhana dengan harga setara yakni Rp 14.000 per liternya.

"Harga minyak goreng ini merupakan subsidi pemerintah tujuannya untuk pemenuhan kebutuhan rumah tangga serta pelaku UMKM," ujar Corporate Communication GM PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk Nur Rachman dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (20/1/2022).

Dia menegaskan, jaringan minimarket Alfamart dan Alfamidi di seluruh Indonesia mendukung program pemerintah tersebut.

Menurut Nur Rachman, karena tujuannya untuk pengguna akhir, maka konsumen diharap membeli dalam jumlah wajar, tidak perlu panic buying karena pemerintah menjamin stoknya.

"Konsumen kami himbau untuk membeli sesuai keperluan, agar tujuan satu harga ini bisa tercapai yakni distribusi kepada konsumen akhir secara merata," kata dia.

Nur Rachman juga menjelaskan, harga tersebut berlaku untuk semua merek dan kemasan minyak goreng, peritel dapat mensuplai barang ke toko sesuai dengan kebutuhannya.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pedagang Pasar Minta Jatah Jual Minyak Goreng Satu Harga Rp 14 Ribu

Minyak Goreng Satu Harga Rp 14.000 per Liter Berlaku
Perbesar
Penjual memperlihatkan minyak goreng kemasan di kiosnya Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Rabu (19/1/2022). Pemerintah resmi mengimplementasikan kebijakan minyak goreng satu harga Rp14.000 per liter untuk semua jenis kemasan mulai hari ini. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Kucuran minyak goreng satu harga sebesar Rp 14 ribu per liter belum sampai ke pasar tradisional. Adapun pemberian patokan harga minyak goreng Rp 14 ribu demi membantu masyarakat di tengah lonjakan harga.

Ini dikatakan Sekretaris Jenderal Induk Koperasi Pedagang Pasar (Inkoppas), Ngadiran. Dari pantauannya kepada para anggota pedagang pasar, program minyak goreng satu harga Rp 14 ribu per liter yang dimulai Rabu ini,19 Januari 2022, belum ada.

"Sampai dengan hari ini saya coba monitor kawan-kawan di pasar, temen-temen pedagang itu belum mendapatkan alokasi atau belum bisa menjual minyak goreng yang harga Rp 14 ribu," kata Ngadiran kepada Liputan6.com, Rabu (19/1/2022).

"Karena, kalau minyak goreng harga itu menurut keterangan pak Dirjen Perdagangan Dalam Negeri (Kementerian Perdagangan), penjualnya hanya ritel modern," ungkap dia.

Tak adanya jatah penjualan di pasar tradisional, disesalkan Ngarian. Implementasi kebijakan minyak goreng satu harga seakan pilih kasih tersebut.

Dikhawatirkan hal ini, kata dia, membuat banyak pelanggan yang kemudian lari meninggalkan pasar dan beralih ke toko ritel modern untuk membeli minyak goreng.

"Otomatis lah (ditinggal). Karena di ritel modern, Alfamart/Indomaret di mana saja menjual dengan itu, ngapain ke pasar yang harganya Rp 18-19 ribu, atau 2 liter Rp 38 ribu- Rp 40 ribu," terangnya.

"Mereka juga akan belanja ke hypermarket, minimarket maupun ritel modern yang ada di wilayahnya. Jangankan beda Rp 3 ribu-Rp 4 ribu, beda Rp 500 aja masyarakat lari," keluh Ngadiran.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pemicu Harga Minyak Goreng Melonjak

Infografis Pemicu Harga Minyak Goreng Melonjak
Perbesar
Infografis Pemicu Harga Minyak Goreng Melonjak (Liputan6.com/Triyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya