Covid-19 di Depok Tertinggi di Jabar Usai Catatkan 74 Kasus Baru Rabu 19 Januari 2022

Oleh Dicky Agung Prihanto pada 20 Jan 2022, 14:27 WIB
Diperbarui 20 Jan 2022, 14:48 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Mary Liziawati
Perbesar
Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Mary Liziawati. (Liputan6.com/Dicky Agung Prihanto)

Liputan6.com, Jakarta Kota Depok kembali mencatat peningkatan kasus harian Covid-19. Terdeteksi pada Rabu, 19 Januari 2022, kasus aktif Covid-19 naik sebanyak 74 kasus dan menjadi yang tertinggi di Jawa Barat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Mary Liziawati, mengatakan lonjakan kasus aktif Covid-19 ini perlu menjadi perhatian seluruh pihak. Dia meminta masyarakat tidak abai menerapkan protokol kesehatan.

"Kemarin berdasarkan catatan kasus aktif mengalami peningkatan sebanyak 74 kasus dan sebelumnya 49 kasus," ujar Mary saat dihubungi Liputan6.com, Kamis (20/1/2022).

Berdasarkan data pada Rabu kemarin, kasus Covid-19 ada sebanyak 341 kasus, kasus kesembuhan 103.731 orang, dan meninggal dunia 2.172 kasus. Untuk total keseluruhan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 106.234 kasus.

"Penularan ini sangat cepat. Apabila kontak erat sangat berisiko tertular, mungkin ada yang terkena di jalan, kemudian menularkan ke keluarganya," kata Mary.

Mary mengungkapkan, kasus Covid-19 di Kota Depok belum dapat dipastikan variannya. Untuk memastikan varian Covid-19 yang diderita pasien, pemkot masih menunggu sampel pemeriksaan yang dikirim ke laboratorium pemerintah provinsi maupun pusat.

"Untuk variannya baik Delta atau Omicron kita belum tahu. Namun informasi dari provinsi, ditemukan varian Delta yang menularkan ke masyarakat," ungkap Mary.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Masih Telusuri Sumber Penularan

Mary menjelaskan, meningkatnya Covid-19 di Kota Depok masih ditelusuri Dinas Kesehatan Kota Depok maupun Satgas Penanganan Covid-19. Dia mengatakan, sulit untuk memastikan sumber penularannya.

"Namun, masih sulit untuk memastikan sumbernya dari mana, kecuali yang sudah ditetapkan satu keluarga itu terkena semua," Jelas Mary.

Mary mengungkapkan, pemkot telah bergerak cepat melakukan koordinasi dengan rumah sakit penanganan Covid-19. Pemerintah memprediksi puncak lonjakan Covid-19 pada awal Februari dan Maret.

"Berdasarkan pengalaman pada Juni ketika lonjakan gelombang kedua, kita sudah melakukan antisipasi, semoga tidak terjadi seperti atau gelombang ketiga," ungkap Mary.

Mary meminta, untuk mencegah meningkatnya Covid-19 di Kota Depok perlu kesadaran masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, Dinas Kesehatan Kota Depok tetap melakukan tracing, treatment, dan testing. Apabila masyarakat atau salah satu anggota keluarga mengalami gejala Covid-19, dapat segera melaporkan untuk melakukan penanganan.

"Kami juga terus mengejar capaian vaksinasi kepada masyarakat, baik dosis kedua maupun persiapan dosis ketiga sambil menunggu kiriman vaksin," ucap Mary. 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya