Tangani Covid-19 Omicron, Pemerintah Akan Perketat PPKM Mikro di Jabodetabek

Oleh Nanda Perdana Putra pada 16 Jan 2022, 20:27 WIB
Diperbarui 16 Jan 2022, 20:27 WIB
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan. (Dok Kemenko Marves)
Perbesar
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan. (Dok Kemenko Marves)

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah akan memperketat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi atau Jabodetabek. Hal itu menyusul meningkatnya kasus Covid-19 varian Omicron lewat transmisi lokal.

"Oh iya diperketat. Cuma cara kerja secara teknis seperti apa, secara garis besar tadi itu, ini kan konsentrasinya banyak di Jakarta dan daerah-daerah aglomerasi, di daerah itu," tutur Juru Bicara Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin, Masduki Baidlowi lewat virtual, Minggu (16/1/2022).

Menurut Masduki, salah satu langkah yang diperhatikan adalah dengan menggalakkan vaksinasi Covid-19 di Jabodetabek. Sebab, varian Omicron sendiri terdeteksi tetap dapat menular meski masyarakat sudah menerima vaksin dosis penuh.

"Terutama daerah-daerah misalnya seperti Bogor, Bekasi, atau pun misalnya daerah Banten, di daerah pedalaman masih banyak yang belum itu untuk vaksinasi juga akan dimasifkan dan akan melibatkan TNI dan Polri," kata Masduki. 

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengakui terjadi peningkatan kasus Covid-19 di Indonesia, salah satunya disebabkan varian Omicron. Namun, dia mengatakan, belum ada laporan terkait kasus kematian akibat varian Omicron di Tanah Air.

"Bahwa sampai saat ini kasus kematian masih terus terjaga, meskipun terjadi peningkatan kasus yang cukup signifikan. Namun, sampai hari ini belum ada angka kematian akibat Omicron" ujar Luhut dalam konferensi pers di Youtube Sekretariat Presiden, Minggu. 

Dia mengingatkan gelombang varian Omicron dapat meningkat dengan cepat. Dia menyebut kasus Covid-19 di DKI Jakarta berpotensi meningkat lebih tinggi dibandingkan provinsi-provinsi lainnya.

"Berdasarkan prediksi yang kami lakukan, kami kembali memprediksi bahwa peningkatan kasus provinsi naik lebih tinggi di Provinsi DKI Jakarta, jika kita semua tidak hati-hati," jelasnya.

"Jadi kita semua ini bertanggung jawab untuk kita," sambung Luhut.


Langkah Mitigasi Pemerintah

Luhut mengajak semua pihak untuk sama-sama menekan laju penyebaran virus corona. Dia pun meminta masyarakat tak berdebat dan mempersoalkan hal-hal yang tidak perlu.

"Saya mohon kita semua satu. Ini adalah alarm bagi semuanya agar kembali mulai awas memasuki varian baru covid 19. Jangan mempersoalkan yg tidak perlu dipersoalkan. Jangan kita berdebat," tutur dia.

Menurut Luhut, pemerintah akan melakukan berbagai langkah mitigasi agar peningkatan kasus yang terjadi di Indonesia lebih landai dibandingkan dengan negara lain. Sehingga, sistem kesehatan Indonesia tak terbebani.

Berbagai langkah yang dilakukan adalah penegakan kesehatan hingga akselerasi vaksinasi. Pemerintah juga mempertimbangkan melakukan pengetatan mobilitas masyarakat.

"(Ini) akan kita jadikan opsi terakhir untuk melakukan," ucap Luhut.

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya