2 Kali Gempa Bumi Getarkan Indonesia, Minggu 16 Januari 2022

Oleh Maria Flora pada 16 Jan 2022, 19:44 WIB
Diperbarui 16 Jan 2022, 19:44 WIB
[Bintang] Gempa Malang Tidak Terkait dengan Gempa Lombok
Perbesar
Gempa berkekuatan 5,2 SR guncang Malang, Jawa Timur pada Rabu, 8 Agustus 2018. (Ilustrasi: iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta Gempa bumi kembali terjadi di Tanah Air, Minggu (16/1/2022). Ada dua kali gempa yang terjadi pada catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga pukul 19.45 WIB hari ini.

Lindu pertama terjadi Kota Pacitan, Provinsi Jawa Timur dengan magnitudo 4,5. Getaran gempa dirasakan hingga Bantul Gunung Kidul dalam skala II MMI (Modified Mercalli Intensity).

"Pusat gempa berada di laut 61 Km barat daya Blangpidie Aceh Barat," ungkap BMKG di laman resminya.

Sementara, gempa bumi berikutnya berkekuatan 4,9 terjadi di Blangpidie, Aceh Barat. Nagan Raya ikut merasakan guncangannya di skala II hingga III MMI. 

Berikut informasi gempa hari ini selengkapnya yang dihimpun Liputan6.com dari laman resmi BMKG www.bmkg.go.id:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Gempa Pacitan

Gempa magnitudo 4,5 yang terjadi di Kota Pacitan terjadi pada pukul 13:11:40 WIB. Tiik pusat lindu disebut BMKG terjadi di laut.

Sementara, koordinat titik gempa terletak pada 9,01 Lintang Selatan (LS) dan 110,82 Bujur Timur (BT). Atau tepatnya di 97 km barat daya Pacitan.

Sedangkan lindu berada di kedalaman 55 kilometer.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Gempa Aceh Barat

Blangpidie Aceh Barat digetarkan gempa bumi pada pukul 13:52:32 WIB. Gempa bermagnitudo 4,9. 

Ada pun pusat gempa terjadi di laut dengan kedalaman 23 kilometer. Sementara, koordinat titik gempa terletak pada 3,52 LU dan 96,51 BT.

Saat gempa terjadi, getarannya dirasakan dalam skala II-III di Nagan Raya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Antisipasi Gempa Bumi

Ini yang harus dilakukan sebelum, sesaat, dan sesudah gempa bumi.

Sebelum Terjadi Gempa:

- Pastikan bahwa struktur dan letak rumah Anda dapat terhindar dari bahaya yang disebabkan oleh gempa, seperti longsor atau likuefaksi. Evaluasi dan renovasi ulang struktur bangunan Anda agar terhindar dari bahaya gempa bumi.

- Kenali lingkungan tempat Anda bekerja: perhatikan letak pintu, lift, serta tangga darurat. Ketahui juga di mana tempat paling aman untuk berlindung.

- Belajar melakukan P3K dan alat pemadam kebakaran.

- Catat nomor telepon penting yang dapat dihubungi pada saat terjadi gempabumi.

- Atur perabotan agar menempel kuat pada dinding untuk menghindari jatuh, roboh, bergeser pada saat terjadi gempabumi.

- Atur benda yang berat sedapat mungkin berada pada bagian bawah. Cek kestabilan benda yang tergantung yang dapat jatuh pada saat gempabumi terjadi

- Simpan bahan yang mudah terbakar pada tempat yang tidak mudah pecah agar terhindar dari kebakaran.

- Selalu mematikan air, gas dan listrik apabila tidak sedang digunakan.

- Siapkan alat yang harus ada di setiap tempat: Kotak P3K, senter/lampu baterai, radio, makanan suplemen dan air.

Saat Terjadi Gempa:

- Jika Anda berada dalam bangunan: lindungi badan dan kepala Anda dari reruntuhan bangunan dengan bersembunyi di bawah meja, cari tempat yang paling aman dari reruntuhan dan guncangan, lari ke luar apabila masih dapat dilakukan.

- Jika berada di luar bangunan atau area terbuka: Menghindar dari bangunan yang ada di sekitar Anda seperti gedung, tiang listrik, pohon. Perhatikan tempat Anda berpijak, hindari apabila terjadi rekahan tanah.

- Jika Anda sedang mengendarai mobil: keluar, turun dan menjauh dari mobil hindari jika terjadi pergeseran atau kebakaran.

- Jika Anda tinggal atau berada di pantai: jauhi pantai untuk menghindari bahaya tsunami.

- Jika Anda tinggal di daerah pegunungan: apabila terjadi gempabumi hindari daerah yang mungkin terjadi longsoran.

Setelah Terjadi Gempa:

- Jika Anda berada di dalam bangunan, keluar dari bangunan tersebut dengan tertib. Jangan menggunakan tangga berjalan atau lift, gunakan tangga biasa. Periksa apa ada yang terluka, lakukan P3K, telepon atau mintalah pertolongan apabila terjadi luka parah pada Anda atau sekitar Anda.

- Periksa lingkungan sekitar Anda. Apabila terjadi kebakaran, apabila terjadi kebocoran gas, apabila terjadi hubungan arus pendek listrik. Periksa aliran dan pipa air, periksa apabila ada hal-hal yang membahayakan.

- Jangan memasuki bangunan yang sudah terkena gempa karena kemungkinan masih terdapat reruntuhan.

- Jangan berjalan di daerah sekitar gempa, kemungkinan terjadi bahaya susulan masih ada.

- Dengarkan informasi mengenai gempa bumi dari radio (apabila terjadi gempa susulan). Jangan mudah terpancing oleh isu atau berita yang tidak jelas sumbernya.

- Mengisi angket yang diberikan oleh instansi terkait untuk mengetahui seberapa besar kerusakan yang terjadi.

- Jangan panik dan jangan lupa selalu berdoa kepada Tuhan demi keamanan dan keselamatan kita semuanya. 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya