Puncak Kasus Omicron di Indonesia Diprediksi Terjadi Pertengahan Februari hingga Awal Maret

Oleh Lizsa Egeham pada 16 Jan 2022, 18:16 WIB
Diperbarui 16 Jan 2022, 18:16 WIB
Melihat Posko COVID-19 Dinas Kesehatan DKI Jakarta
Perbesar
Petugas melewati layar pemantau yang menunjukan penyebaran virus corona (COVID-19) di Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Senin (9/3/2020). Dari 3.580 orang yang menghubungi Posko COVID-19 DKI Jakarta, ada 64 kasus kategori Orang Dalam Pantauan dan 56 Pasien Dalam Pengawasan. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah memprediksi puncak kasus Covid-19 varian Omicron di Indonesia akan berlangsung pada pertengahan Februari hingga awal Maret 2022. Hal ini berdasarkan trajectory kasus Covid-19 varian Omicron di Afrika Selatan yang diamati pemerintah.

"Dari hasil trajectory (kasus Covid-19) di Afrika Selatan, puncak gelombang Omicron diperkirakan terjadi pada pertengahan Februari hingga awal Maret ini," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam konferensi pers usai rapat bersama Presiden Jokowi, Minggu (16/1/2022).

Dia mengatakan pemerintah akan melakukan berbagai langkah mitigasi agar peningkatan kasus yang terjadi di Indonesia lebih landai dibandingkan dengan negara-negara lain. Sehingga, kata Luhut, sistem kesehatan tak terbebani dengan lonjakan kasus.

Sejumlah langkah yang dilakukan pemerintah antara lain, penegakkan protokol kesehatan hingga akselerasi vaksinasi Covid-19. Disisi lain, Luhut membuka kemungkinan kembali diberlakukannya pengetatan mobilitas apabila kasus Covid-19 terus melonjak.

"Pengetatan mobilitas akan kita jafikan opsi terakhir untuk melakukan," ujarnya.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kasus Negara Lain

Luhut menyebut Inggris dan Afrika Selatan saat ini telah melewati puncak harian kasus Covid-19 varian Omicron. Tak hanya itu, kasus di Amerika Serikat dan Prancis juga mulai melandai.

Kendati begitu, Luhut menuturkan peningkatan kasus Covid-19 di India Thailand, dan Filipina masih cukup tinggi. Dia pun menyadari cepat atau lambat peningkatan kasus Covid-19 akan terjadi di Indonesia.

"Seperti yang terjadi kemarin dimana (kasus baru) telah menyentuh angka 1.054 kasus per hari. Terakhir kita mencapai angka tersebut adalah pada tanggal 11 Oktober 2021 yang lalu," tutur dia.

"Tapi sore ini, hari ini juga menurun kembali di bawah 1.000 yaitu 800 sekian," sambung Luhut.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya