Survei Indikator: Kepuasan Publik Terhadap Jokowi Lebih Tinggi dari Presiden AS Joe Biden

Oleh Yopi Makdori pada 10 Jan 2022, 08:25 WIB
Diperbarui 10 Jan 2022, 08:25 WIB
Presiden Joko Widodo atau Jokowi
Perbesar
Presiden Joko Widodo atau Jokowi. (Foto: Dokumentasi Sekretariat Kabinet RI)

Liputan6.com, Jakarta - Kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengungguli kepuasan rakyat Amerika Serikat (AS) terhadap presidennya, Joe Biden. Dalam temuan survei terbaru Indikator Politik Indonesia, kepuasan publik terhadap Jokowi bertengger di angka 71,4 persen.

"Jadi kalau kita lihat meskipun tentu kepuasan ini bersifat dinamis, tetapi data menunjukkan kepuasan terhadap Pak Jokowi termasuk salah satu yang tertinggi dibandingkan dengan pemimpin-pemimpin di negara demokrasi," ujar Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam rilis survei terbaru pada Minggu (9/1/2022).

Menurut data Political Intelligence: Global Leader Approval Rating 2022 yang dipaparkan Burhanuddin, nama Joe Biden hanya memperoleh tingkat kepuasan sebesar 42 persen.

Dalam data yang ditampilkan, pimpinan negara demokrasi yang memperoleh tingkat kepuasan paling tinggi adalah Perdana Menteri India Narendra Modi yang mendapatkan tingkat kepuasan rakyat sebesar 72 persen.

Kemudian Andrés Manuel López Obrador, Presiden Meksiko dengan tingkat kepuasan sebesar 66 persen. Diikuti Perdana Menteri Italia Mario Draghi sebesar 60 persen, Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida 47 persen, dan Presiden Amerika Serikat Joe Biden.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kepuasan Kinerja Ekonomi

Burhanuddin menerangkan, kepuasan rakyat terhadap Jokowi paling kuat didorong atas kepuasan rakyat terhadap kinerja ekonomi rumah tangga dan nasional serta faktor penanganan pandemi Covid-19.

Namun demikian, jika dibaca menurut garis waktu, tren kepuasan publik terhadap kinerja Jokowi mengalami penurunan jika dibanding pada November 2021. Di mana menurut Burhan, tingkat kepuasan rakyat ada di angka 72 persen, selisih satu persen dengan temuan pada survei termutakhir.

"Kalau kita lihat di sini memang sedikit turun dibanding dengan bulan November, tetapi penggunaannya tidak signifikan. Tetapi kalau kita lihat, dibanding bulan Juli (2021) itu mengalami kenaikan 13 poin," tandasnya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Metode Survei

Survei dilakukan pada rentang 6-11 Desember 2021. Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling. Total sampel 2020 responden, dengan jumlah sampel basis 1.220 orang yang tersebar proporsional di 34 provinsi serta dilakukan penambahan 800 responden di Jawa Timur.

Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel basis 1.220 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error-MoE) sekitar 12.9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Sampel berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional. Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih.

Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20 persen dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check). Disebutkan, dalam quality control tidak ditemukan kesalahan berarti.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya