Penuhi Mandat Presiden, BRGM akan Gencarkan Restorasi Gambut dan Rehabilitasi Mangrove di Tahun 2022

Oleh Liputan6.com pada 01 Jan 2022, 11:05 WIB
Diperbarui 01 Jan 2022, 11:13 WIB
Penuhi Mandat Presiden, BRGM akan Gencarkan Restorasi Gambut dan Rehabilitasi Mangrove di Tahun 2022
Perbesar
(Foto:Dok.Badan Restorasi Gambut dan Mangrove)

Liputan6.com, Jakarta Selama tahun 2021, Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) telah melakukan berbagai kegiatan guna menjalankan tugas dan fungsi utamanya dalam memulihkan ekosistem gambut dengan target seluas 1,2 juta hektare dan rehabilitasi mangrove seluas 600.000 hektare hingga tahun 2024.

“Meskipun dengan beban yang semakin berat, BRGM merasa bangga dan tertantang untuk menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan Presiden Jokowi. Alhamdulillah dengan bantuan semua partisipasi, tugas yang diberikan kepada BRGM dan stakeholder bisa diselesaikan dengan baik,” ujar Kepala BRGM Hartono.

“Meski belum sempurna, tapi Presiden dan publik bisa melihat BRGM dan stakeholder serta mitra, cukup signifikan mengurangi frekuensi kebakaran, terutama di lahan gambut,” sambungnya.

Upaya restorasi gambut dan rehabilitasi mangrove ini, lanjut Hartono, terutama yang sudah terbasahi, terpulihkan dan dilindungi masyarakat juga merupakan upaya Indonesia dalam memenuhi komitmen NDC Indonesia untuk mengurangi emisi karbon. Mengingat kemampuan kedua ekosistem ini dalam menyimpan cadangan karbon dunia.

Capaian BRGM 2021

Dari target yang diberikan pemerintah, BRGM berhasil merestorasi gambut seluas 300.000 hektare di tahun 2021 melalui strategi 3R, yaitu Rewetting (pembangunan 774 unit sekat kanal dan 110 unit sumur bor), Revegetasi seluas 325 hektare dan Revitalisasi Sumber Mata Pencaharian Masyarakat sebanyak 279 unit.

Restorasi gambut dilakukan di 7 tujuh provinsi prioritas, yaitu Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Papua.

Selain pembangunan IPG, tahun 2021 ini BRGM melakukan pemeliharan sebanyak 4.032 unit sumur bor dan 8.059 unit sekat kanal. Juga melakukan perbaikan terhadap 586 sumur bor dan 339 unit sekat kanal yang dibangun pada periode sebelumnya.

Sementara untuk rehabilitasi mangrove BRGM di tahun 2021 mencapai 34.911,72 hektare atau sebesar 105,79%, hasil tersebut melebihi target penanaman tahun ini seluas 33.000 hektare yang dilakukan di 9 provinsi prioritas yaitu Sumatera Utara, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Papua, dan Papua Barat.

Rehabilitasi mangrove yang dilakukan BRGM ini diharapkan dapat mengembalikan fungsi ekologis mangrove, seperti mencegah terjadinya abrasi, pertahanan wilayah pesisir dari tsunami, tempat pemijahan biota laut. Bukan itu saja, program ini juga dikembangkan untuk memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat, karena pulihnya ekosistem mangrove dapat dijadikan sentra pariwisata.

Keberhasilan BRGM ini, tutur Hartono, tak lepas dari kerja sama antar Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, Lembaga Swadaya Masyarakat, pihak swasta lainnya serta masyarakat. Oleh karena itu, BRGM mendirikan 110 Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG) dan 220 Desa Mandiri Peduli Mangrove (DMPM) yang terintegrasi dengan pembangunan kawasan perdesaan. Di mana DMPG dan DMPM pada tahun 2021 meliputi kegiatan edukasi, sosialisasi dan pelatihan yang manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat.

“Alhamdulillah dengan adanya BRGM ini, Desa Limbung, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat yang rentan kebakaran hutan dan lahan mendapatkan bantuan 12 sekat kanal, sekaligus dana hibah tiga sekat kanal yang hingga saat ini masih bermanfaat dan berguna untuk warga desa. Bahkan ada pula yang mendapatkan bantuan R3 atau revitalisasi ekonomi yang juga sangat memberikan manfaat,” ungkap Waluyo, selaku Ketua Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Limbung.

Target BRGM 2022

Setelah melakukan evaluasi dan monitoring, BRGM akan menambah luasan target restorasi gambut pada tahun 2022 sekitar 360.000 hektare. BRGM akan menggunakan pendekatan Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) yang merupakan solusi permanen dalam restorasi dan pengelolaan ekosistem gambut secara sistematis, terpadu, tepat dan teruji.

Selain itu, konsolidasi KHG juga bakal dilakukan untuk memastikan Infrastruktur Pembasahan Gambut (IPG) yang telah terbangun berfungsi efektif dan terintegrasi dengan pembangunan daerah lainnya.

Sementara untuk target luasan rehabilitasi mangrove juga diperkirakan akan bertambah pada tahun 2022, mengingat target rehabilitasi mangrove hingga tahun 2024 adalah 600.000 hektare.

 

(*)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya