Imbas Omicron, WNA dari Inggris, Norwegia, dan Denmark Dilarang Masuk RI

Oleh Lizsa Egeham pada 20 Des 2021, 17:29 WIB
Diperbarui 20 Des 2021, 17:30 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan
Perbesar
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) terkait Uji Coba Protokol Kesehatan pada Sektor Industri Esensial dan Domestik bersama sejumlah menteri, kepala daerah, dan elemen terkait secara virtual di Jakarta, Rabu (18/08/2021).

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah memasukkan Inggris, Norwegia, dan Denmark ke dalam daftar negara yang dilarang masuk ke Indonesia, menyusul adanya penyebaran Covid-19 varian Omicron. Sementara itu, Hong Kong dihapus dari daftar yang dilarang masuk ke Indonesia.

"Mengikuti perkembangan terjadi pemerintah akan melakukan penambahan negara UK (Inggris), Norwegia, dan Denmark dan menghapus Hong Kong dalam daftar tersebut untuk mempertimbangkan penyebaran Omicron yang cepat di ketiga negara," ujar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers, Senin (20/10/2021).

Adapun Indonesia pada awalnya melarang 11 negara masuk. Mulai dari, Afrika Selatan, Botswana, Hong Kong, Angola, Zambia, Zimbabwe, Malawi, Mozambik, Namibia, Eswatini, dan Lesotho.

Luhut mengatakan, saat ini Covid-19 varian Omicron sudah masuk ke 90 negara, termasuk Indonesia. Dia menyebut pemerintah terus memantau penyebaran Covid-19 di negara-negara lain untuk menyesuaikan kebijakan.

"Saya kira kita akan lihat, kalau nanti banyak negara lain yang makin parah, ya kita juga akan menyesuaikan," kata dia.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Minta Masyarakat Tak Bepergian ke Luar Negeri

Dia pun meminta masyarakat untuk menahan diri agar tak bepergian ke luar negeri, mengingat varian Omicron sudah masuk ke banyak negara. Pemerintah, kata Luhut, tak mau kasus Covid-19 kembali melonjak seperti Juli 2021 lalu.

"Saya ulangi pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan ke luar negeri karena begitu parahnya keadaan sekarang di seluruh dunia," tutur Luhut.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kasus Omicron di Tanah Air

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan kembali mendeteksi dua pasien terkonfirmasi varian Omicron di Tanah Air. Sehingga total kasus hingga Jumat 17 Desember 2021 menjadi tiga orang.

"Dua pasien terkonfirmasi terbaru adalah IKWJ (42) laki-laki, perjalanan dari Amerika Selatan serta M (50) laki-laki perjalanan dari Inggris. Saat ini keduanya sedang menjalani karantina di Wisma Atlet," jelas Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi di Jakarta, Sabtu 18 Desember 2021.

Nadia mengatakan, dua pasien tersebut merupakan hasil pemeriksaan sampel dari lima kasus probable Omicron yang baru kembali dari luar negeri.

Pasien Omicron pertama terkonfirmasi pada Kamis 16 Desember 2021 berinisial N, seorang pekerja pembersih di Wisma Atlet Kemayoran. Temuan ini merupakan hasil pemeriksaan khusus S-gene target failure (SGTF) yang dilakukan oleh Badan Litbang Kesehatan pada 14 dan 15 Desember 2021.

Kedua pasien terbaru terkonfirmasi Omicron setelah menjalani karantina wajib sepuluh hari seusai kembali dari luar negeri.

Menurut Nadia kondisi itu menunjukan bahwa sistem proteksi pemerintah berjalan dengan baik untuk mencegah penularan dari pendatang dari luar negeri yang terjangkit Covid-19.BACA JUGA

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya