15 RT di Jakarta Diterjang Banjir Rob

Oleh Liputan6.com pada 06 Des 2021, 15:03 WIB
Diperbarui 06 Des 2021, 15:03 WIB
Banjir Rob Masih Genangi Permukiman Warga Muara Gembong
Perbesar
Anak-anak sekolah menerobos banjir rob yang menggenangi rumah dan tambak warga di Desa Pantai Mekar, Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (6/12/2021). Banjir rob telah menggenangi wilayah tersebut selama empat hari akibat kenaikan permukaan air laut. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 15 RT di DKI Jakarta terendam banjir rob pada Senin, (6/12/2021). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat 11 RT wilayah Jakarta Utara, dan 4 RT wilayah Jakarta Barat.

"Ada 15 RT tergenang, penyebab rob," ujar Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta Muhammad Insyaf di Jakarta, Senin (6/12/2021).

Ketinggian banjir di 11 RT di Pluit, Jakarta Utara mencapai 40-50 cm. Sementara ketinggian banjir di 4 RT di Kelurahan Tegal Alur Jakarta Barat mencapai 40 cm.

Insyaf mengatakan tidak ada pengungsi akibat banjir rob.

"Kondisi genangan sedang ditangani oleh Pihak Kelurahan Setempat Bersama PPSU, Tim TRC BPBD, DSDA, Satpol PP, Tagana dan Disgulkarmat ditargetkan akan surut dalam waktu cepat," ucapnya.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Banjir Rob di Bekasi

Ratusan rumah di dua desa dari dua kecamatan di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, diterjang banjir rob. Meski terendam, warga tetap memilih bertahan di rumah masing-masing dan tidak mengungsi.

Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan, lokasi banjir rob berada di Desa Samudra Jaya, Kecamatan Tarumajaya dan Desa Hurip Jaya, Kecamatan Babelan.

"367 rumah warga Kabupaten Bekasi terendam banjir rob, pada Jumat 3 Desember 2021 pagi. Dua desa di dua kecamatan terendam sejak pukul 06.00 WIB waktu setempat," kata Abdul dalam keterangan tertulis, Minggu (5/12/2021).

Menurutnya, banjir rob disebabkan tingginya curah hujan yang membuat air laut naik dan membentuk gelombang pasang.

"Naiknya air laut serta gelombang pasang di pesisir pantai utara pulau Jawa. Rob tidak dapat dihindari sehingga lebih dari tiga ratus rumah terendam," ujar dia.

Reporter: Yunita Amalia

Sumber: Merdeka

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya