Ketum PBNU: Muktamar NU Terus Jalan, Semua Kader Berhak Calonkan Diri

Oleh Mevi Linawati pada 06 Des 2021, 04:02 WIB
Diperbarui 06 Des 2021, 04:02 WIB
PBNU dan Bulog Luncurkan Rumah Pangan Santri
Perbesar
Ketum PBNU Said Aqil Siroj memberikan sambutan saat peluncuran Rumah Pangan Santri di Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (3/10). PBNU dan Bulog meluncurkan Rumah Pangan Santri yang dapat diakses melalui aplikasi di ponsel pintar. (Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menyatakan, pelaksanaan Muktamar ke-34 NU akan terus berjalan. Siapa pun kader NU berhak mencalonkan diri.

"Muktamar jalan, semua kader NU berhak mencalonkan diri," kata Said Aqil singkat, usai melakukan penandatanganan kerja sama antara PBNU dengan Qatar untuk pembangunan 100 masjid dan 10 rumah sakit, di Kota Malang, Jawa Timur, Minggu (5/12/2021), seperti dikutip Antara.

PBNU rencananya akan menggelar rapat gabungan Syuriah dan Tanfiziah untuk menentukan jadwal Muktamar NU. Rapat gabungan tersebut, rencananya akan dilakukan pada 7 Desember 2021.

Sebelumnya, Ketua PBNU Saifullah Yusuf dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu 4 Desember 2021 mengatakan, surat ajakan rapat gabungan yang dikirimkan Said Aqil tidak sah, karena tidak ada tanda tangan Rais Aam dan Katib Aam.

"Rapat gabungan Tanfiziah dan Syuriah harus tanda tangan lengkap Rais Aam, Katib Aam, Ketum dan Sekjen," kata Gus Ipul, sapaan akrabnya.

Menurutnya, selain tidak sah, undangan tersebut juga dinilai terlambat mengingat kepastian waktu pelaksanaan Muktamar NU sudah diputuskan oleh Rais Aam dengan mengeluarkan perintah Muktamar pada 17 Desember 2021.

Muktamar Ke-34 NU sebelumnya dijadwalkan pada 23-25 Desember 2021 di Provinsi Lampung. Namun, dikarenakan Pemerintah akan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, maka pelaksanaan muktamar dijadwalkan ulang.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Jelang Muktamar ke-34 NU, Warga Nahdliyin Diminta Jaga Marwah

 Sejumlah kalangan Nahdliyin menyayangkan terjadinya aksi demonstrasi sekelompok orang yang mengatasnamakan Gerakan Santri Kultural di Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jakarta, pada Jumat 26 November 2021.

Mereka diketahui memprotes munculnya surat edaran Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar yang meminta Muktamar NU ke-34 dilaksanakan pada 17 Desember 2021.

"Kami warga Nahdliyin Indonesia dengan ini memohon dengan segala kerendahan hati, pertama agar dapat menjaga marwah Rais Aam sebagai pemimpin tertinggi Nahdlatul Ulama, jaga marwah Nahdlatul Ulama dari anasir-anasir jahat politisi kegedean syahwat," kata Pimpinan Ponpes Tanbihul Ghofiliin, Khayatul Makki atau Gus Khayat dalam keterangannya, Senin (29/11/2021).

Gus Khayat meminta semua pihak dapat menghentikan rekayasa demonstrasi tidak beretika dan dukungan yang berpotensi memecah belah Nahdliyin.

"Jadi orang Islam itu, kata Mbah Moen, jangan galak-galak. Orang itu harus penuh kasih sayang. Allah memiliki sifat Ar Rahman, sifat kasih sayang, agar dicontoh umat manusia," jelas dia.

Selain itu, Gus Khayat juga memohon agar PBNU dapat bersikap secara cepat, tegas, dan memberikan sanksi terukur kepada orang-orang atau lembaga NU yang melakukan pelanggaran AD/ART, serta berpotensi merusak dan memecah belah NU.

PBNU juga diminta dapat bersungguh-sungguh dalam menjalankan keputusan Konferensi Besar Jakarta dan menggelar Muktamar yang berkualitas.

"Kami mohon agar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama segera menggelar rapat pleno PBNU sebagai forum rapat tertinggi di tingkat PBNU untuk menghasilkan keputusan yang ditaati seluruh warga NU sesuai hasil keputusan Konferensi Besar NU di Jakarta," kata Gus Khayat.

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya