Presiden Jokowi Minta BNPB Cepat Tangani Erupsi Gunung Semeru

Oleh Muhammad Radityo Priyasmoro pada 05 Des 2021, 08:52 WIB
Diperbarui 05 Des 2021, 08:52 WIB
Penampakan Terkini Gunung Semeru
Perbesar
Gunung Semeru menjulang sehari setelah erupsi di atas desa Lumajang, Jawa Timur, pada Minggu (17/1/2021). Kendati demikian, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi ( PVMBG) menegaskan status Semeru masih level II atau Waspada. (Juni Kriswanto / AFP)

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk segera memastikan tahapan penanggulangan darurat akibat erupsi Gunung Semeru ditangani dengan cepat.

Hal ini disampaikan oleh Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto yang menyampaikan arahan Presiden Jokowi. Selain tahapan darurat, juga proses evakuasi korban terdampak dapat berjalan secara optimal, dan memastikan kebutuhan dasar pengungsi tersalurkan dan diterima dengan baik.

Karena itu, dirinya pun langsung turun untuk memastikan semua itu berjalan dengan baik. Terlebih untuk masyarakat yang memang terdampak erupsi Semeru.

"Kami datang untuk memastikan tahap-tahap penanganan darurat, khususnya penanganan pengungsi ini bisa berjalan secara tepat dan cepat. Dan tentunya kebutuhan dasar dari pengungsi ini akan kami yakinkan untuk dapat terfasilitiasi secara optimal," kata Suharyanto dalam keterangannya, Minggu (5/12/2021).

"Langkah cepat ini kami lakukan atas petunjuk dan arahan bapak Presiden Joko Widodo," sambungnya.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Masyarakat Terdampak

Sebelumnya, berdasarkan data sementara dari Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB per Sabtu 4 Desember 2021, bencana awan panas guguran di Gunung Semeru telah menerjang enam desa yang berada di dua kecamatan di Kabupaten Lumajang. Selain itu, sebaran abu vulkanik telah berdampak di 11 desa/kelurahan di sembilan kecamatan.

Satu orang warga dilaporkan meninggal dunia, 2 orang hilang, 8-10 orang masih terjebak, 70 orang dilarikan ke puskesmas dan 300 KK mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Sementara itu, kerusakan dan kerugian materil masih dalam proses pendataan lebih lanjut.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya