Erupsi Gunung Semeru, Sejumlah Penambang Dilaporkan Masih Terjebak

Oleh Ady Anugrahadi pada 04 Des 2021, 22:38 WIB
Diperbarui 05 Des 2021, 10:36 WIB
Penampakan Erupsi Gunung Semeru
Perbesar
Petugas polisi memeriksa lokasi penambangan pasir yang terkena dampak letusan Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, Indonesia, Selasa (1/12/2020). Pihak berwenang sedang memantau beberapa gunung berapi setelah sensor mendeteksi peningkatan aktivitas dalam beberapa minggu terakhir. (AP Photo)

Liputan6.com, Jakarta Kepala BNPB Mayjen TNI Suharyanto menyampaikan, sejumlah penambang terjebak akibat tak sempat melarikan diri ketika Gunung Semeru mengalami erupsi pada Sabtu (4/12/2021) siang. Suharyanto menerima laporan itu dari Bupati Lumajang.

"Tadi Bapak Bupati menyampaikan bahwa ada penambang pasir (terjebak)," kata dia saat konferensi pers, Sabtu (4/12/2021).

Suharyanto menerangkan, TNI-Polri bersama BPBD sampai saat ini masih berusaha mengevakuasi sejumlah penambang yang terjebak tersebut.

Menurut dia, pada saat erupsi para penambang pasir berada pada titik yang tidak sempat untuk melakukan evakuasi ke tempat lebih tinggi.

"Ini masih diupayakan oleh BPBD dan TNI-Polri yang ada di sana termasuk dari unsur-unsur BNPB," ujar dia.

Lebih lanjut, Suharyanto berharap penambang pasir bisa segera dibawa ke tempat lebih aman.

"Akan kami pantau terus untuk terus diupayakan untuk para penambang pasir bisa segera dievakuasi," tandas dia.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Evakuasi Warga

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam keterangan tertulis resminya menyebutkan awan panas guguran (APG) Gunung Semeru mengarah ke Besuk Kobokan, Desa Sapiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang.

Pengamatan Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Gunung Semeru di Pos Gunung Sawur, APG mulai terjadi pukul 14.47 WIB dengan amplitudo maksimal 20 milimeter. Sekitar pukul 15.10 secara visual abu vulkanik APG sangat jelas teramati mengarah ke Besuk Kobokan.

Catatan yang dihimpun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), guguran lava pijar teramati dengan jarak luncur kurang lebih 500-800 meter dengan pusat guguran berada kurang lebih 500 meter di bawah kawah.

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya