350 KK di Muara Angke Jakarta Utara Terdampak Banjir Rob

Oleh Nafiysul Qodar pada 04 Des 2021, 01:11 WIB
Diperbarui 04 Des 2021, 01:11 WIB
FOTO: Banjir Rob Masih Merendam Muara Angke
Perbesar
Seorang wanita menggendong anak kecil melintasi banjir rob di kawasan Muara Angke, Jakarta, Selasa (9/11/2021). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta memperkirakan puncak musim hujan dan potensi rob di Ibu Kota terjadi pada Januari hingga Februari 2022. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 350 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir akibat air pasang (rob) di kawasan Pelabuhan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (3/12/2021).

Lurah Pluit Helwin Ginting mengungkapkan, genangan akibat banjir rob melanda delapan RT di wilayah Rukun Warga (RW) 22, di antaranya RT 01, RT 02, RT 03, RT 04, RT 06, RT 07, RT 09 dan RT 010 dengan ketinggian air 15-55 sentimeter (cm).

Helwin memonitor kondisi lapangan bersama pengurus RW dan RT setempat untuk menenangkan warga terdampak banjir rob.

"Sejauh ini rumah yang terdampak, di mana air masuk ke rumah sebanyak 350 Kepala Keluarga, tapi tidak ada yang mengungsi karena dianggap genangan biasa," ujar Helwin seperti dikutip dari Antara.

Ia menambahkan, anak berusia di bawah tiga tahun dan warga lanjut usia belum ada yang dilaporkan terdampak.

Sejumlah petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) telah dikerahkan untuk memunguti sampah di permukaan genangan. Mereka juga membersihkan tali air dan saluran dari lumpur yang mengendap agar air dapat mengalir lancar.

Selain itu, pengendara kendaraan bermotor yang melintas diimbau untuk mengendalikan kecepatannya agar dorongan air lebih ringan, sehingga gelombangnya tidak semakin tinggi masuk ke rumah warga di pinggir jalan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Siapkan Pengungsian

FOTO: Pembersihan Sampah Banjir Rob
Perbesar
Petugas PPSU membersihkan sampah saat terjadi banjir rob di Pelabuhan Kali Adem, Muara Angke, Jakarta, Selasa (9/11/2021). Walau terendam banjir rob, petugas PPSU tetap sigap bersihkan sampah yang mengambang terbawa air laut. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Kendati belum ada yang mengungsi, Kelurahan Pluit telah menyediakan sejumlah tempat pengungsian. Salah satunya yang terdekat di Sekretariat RW 22.

Di tempat tersebut, datarannya lebih tinggi dari jalan yang tergenang sehingga air tidak sampai masuk ke dalam bangunan.

Situasi terakhir, banjir rob mulai terkendali. Tidak ada lagi pertambahan ketinggian hingga Jumat siang. "Diharapkan air bisa segera surut karena didukung oleh cuaca panas terik," kata Helwin.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya