Panglima TNI Sebut 1.826 Prajurit Terinfeksi HIV/AIDS, Komisi I: Itu Data 10 Tahun Terakhir

Oleh Delvira Hutabarat pada 03 Des 2021, 14:10 WIB
Diperbarui 03 Des 2021, 14:41 WIB
FOTO: Pasukan Gabungan Ikuti Apel Pengetatan PPKM Mikro DKI Jakarta
Perbesar
Pasukan TNI mengikuti gelar pasukan dalam rangka pengetatan PPKM Mikro DKI Jakarta di Lapangan Monas, Jakarta, Jumat (18/6/2021). Gelar pasukan dilakukan sebagai upaya menekan penyebaran COVID-19 di DKI Jakarta yang terus meningkat beberapa hari belakang. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengungkapkan terdapat 1.826 prajurit terinfeksi HIV/AIDS. Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi I Dave Laksono menyatakan angka itu adalah data selama 10 tahun terakhir.

“Itu kan angka dari data selama 10 tahun dan sebagian besar sudah dirawat, sehingga tidak menyebarkan penyakit tersebut,” kata Dave saat dikonfirmasi, Kamis (3/12/2021).

Dave menyebut untuk mendapat angka pasti, sebaiknya dilihat kasus aktif saat ini.

“Bila mau lihat lebih dalam, harus lihat jumlah kasus aktif saat ini dan tren kenaikan sejauh mana. Dan juga harus diliat di wilayah mana mereka terjangkit. Akan tetapi, jangan mereka yang terkena langsung dikucilkan dan dibuang, akan tetapi dirawat dengan baik hingga bisa sembuh, Insya Allah,” jelas dia.

Untuk mencegah penularan HIV/AIDS, Dave menyebut salah satu caranya adalah meningkatkan moralitas prajurit.

“Yang utama ini adalah peningkatan moralitas prajurit di wilayah. Agar dapat selalu menahan hawa nafsu dan tetap bersikap profesional dalam bertugas,” pungkas dia.


1.826 Prajurit Terinfeksi HIV/AIDS

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengungkapkan ada 1.826 prajurit terinfeksi HIV/AIDS. Angka itu didapat selama rentang waktu 10 tahun ini.

"Kami tidak perlu malu mengungkapkannya karena faktanya kami punya prajurit yang terinfeksi virus tersebut," kata Jenderal Andika Perkasa, di Jayapura, Rabu, 3 Desember 2021.

Dia mengakui, saat ini kesatuan terus memberikan pendampingan kepada prajurit dan keluarganya, agar mereka bisa disiplin dalam melakukan pengobatan di fasilitas kesehatan TNI AD.

Dengan berdisiplin, maka harapan hidup dapat lebih tinggi, karena walaupun belum ada obat yang menyembuhkan, pengobatan yang ada saat ini dapat memberikan daya tahan bagi orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya