Kebakaran Gedung Cyber 1 Jakarta Selatan, Korban Tewas Bertambah Jadi 2 Orang

Oleh Yopi Makdori pada 02 Des 2021, 17:39 WIB
Diperbarui 02 Des 2021, 17:46 WIB
FOTO: Kebakaran Gedung Cyber 1
Perbesar
Petugas berlarian saat berusaha memadamkan kebakaran di Gedung Cyber 1, Jakarta, Kamis (2/12/2021). Sampai saat ini, penyebab kebakaran masih belum diketahui. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Liputan6.com, Jakarta -

Korban meninggal dunia dalam kebakaran di Gedung Cyber 1, Jakarta Selatan pada Kamis, 2 Desember 2021 bertambah menjadi dua orang.

Humas Gulkarmat DKI Jakarta, Mulat Wijayanto mengatakan, kedua korban kebakaran Gedung Cyber 1 masing-masing berinisial MRK (18) dan SF (19).

"Yang usia 18 tahun meninggal di lokasi, yang satunya lagi meninggal ketika dibawa ke RSUD Mampang," kata Mulat ketika dikonfirmasi, Kamis (2/12/2021).

Keduanya meninggal dalam keadaan gosong lantaran terlalu banyak terpapar asap panas.

"Jadi terlalu banyak menghirup asap di dalam ruangan," tandasnya.

 
 
 

Sejumlah Layanan Internet Terganggu

Kebakaran Cyber Kuningan
Perbesar
Gedung Cyber di kawasan Jalan Kuningan Barat Raya Nomor 8, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kamis (2/12/2021), mengalami kebakaran.

Seperti diketahui, Gedung Cyber 1 menjadi lokasi sejumlah perusahaan teknologi beropasi, mulai dari penyedia web hosting, perusahaan software, penyedia jasa internet hingga perusahaan keamanan siber.

Oleh sebab itu, kebakaran yang terjadi di lokasi tersebut ikut berimbas pada beberapa layanan. Salah satunya adalah Indo Premier Sekuritas dengan aplikasi IPOT yang mengumumkan untuk sekarang ini layanannya masih terganggu dan belum dapat digunakan sementara waktu.

"Saat ini kami sedang menghadapi situasi force majeure dimana data center kami di Gedung Cyber Mampang mengalami kebakaran yang mengakibatkan jaringan data beberapa sekuritas, termasuk IPOT terganggun dan belum dapat digunakan untuk sementara waktu," seperti dikutip dari akun media sosial resmi.

Selain Indo Premier Sekuritas, layanan lain yang juga mengumumkan terjadi gangguan dalam bertransaksi adalah Ajaib Investasi.

Melalui akun media sosialnya, perusahaan menuturkan untuk sementara akan terjadi gangguan dalam bertranskasi karena data center mengalami kebakaran.

 

 

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya