4 Pernyataan BMKG soal Potensi Cuaca dan Bencana di Indonesia Jelang Nataru

Oleh Devira Prastiwi pada 02 Des 2021, 09:03 WIB
Diperbarui 02 Des 2021, 09:03 WIB
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati. (Liputan6.com/Putu Merta Surya Putra)
Perbesar
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati. (Liputan6.com/Putu Merta Surya Putra)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) membeberkan potensi cuaca 1 minggu sebelum Natal. Informasi itu disampaikan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.

Menurut Dwikorita, pihaknya memprediksi hampir seluruh provinsi di Indonesia akan mengalami hujan lebat.

"Potensi cuaca 1 minggu sebelum Natal, di sini terlihat potensi cuaca gambar yang menunjukkan awan hitam itu adalah hujan lebat. Tampaknya hampir seluruh provinsi di Sumatera, kecuali Sumatera Selatan," ujar Dwikorita dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 1 Desember 2021.

Selain itu, Dwikorita juga mengungkap adanya potensi tsunami hingga ketinggian 8 meter di Cilegon, Banten.

"Zona rawan tsunami di Cilegon, Banten, itu juga tempat wisata di Selat Sunda dapat berpotensi skenario terburuk mengalami tsunami dengan ketinggian hingga 8 meter," terang dia.

Namun, Dwikorita tidak membeberkan kapan potensi tsunami dapat terjadi. Dia hanya memaparkan zona rawan tsunami.

Berikut 4 pernyataan BMKG terkait potensi cuaca dan bencana jelang Natal dihimpun Liputan6.com:

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

1. Sebut Hampir Seluruh Provinsi Diprediksi Hujan Lebat

FOTO: Pemerintah dan DPR Bahas Persiapan Nataru
Perbesar
Menhub Budi Karya Sumadi (kedua kanan), Wakil Menteri PUPR John Wempi Wetipo (kanan), Kepala BMKG Dwikorita Karnawati (kedua kiri) dan Kepala BNPP Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi rapat kerja dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (1/12/2021). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati membeberkan potensi cuaca 1 minggu sebelum Natal.

BMKG memprediksi hampir seluruh provinsi di Indonesia akan mengalami hujan lebat.

"Potensi cuaca 1 minggu sebelum Natal, di sini terlihat potensi cuaca gambar yang menunjukkan awan hitam itu adalah hujan lebat. Tampaknya hampir seluruh provinsi di Sumatera, kecuali Sumatera Selatan," ujar Dwikorita dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 1 Desember 2021.

"Dan di Jawa, kecuali DKI Jakarta akan mengalami hujan lebat, bahkan sampai Nusa Tenggara Timur ini hujannya selain hujan lebat juga hujan yang intensitas nya sedang akan terjadi," sambungnya.

Selain itu, seluruh provinsi di Kalimantan di prediksi akan mengalami hujan lebat. Berikutnya di Papua dan Papua Barat serta Maluku.

"Maluku Utara di prediksi hujan sedang, di Sulawesi sebagian hujan sedang dan sebagian hujan lebat itu hingga tanggal 24 Desember," terangnya.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

2. Paparkan Wilayah Rawan Bencana Longsor dan Banjir

FOTO: Pemerintah dan DPR Bahas Persiapan Nataru
Perbesar
Menhub Budi Karya Sumadi (kedua kanan), Wakil Menteri PUPR John Wempi Wetipo (kanan), Kepala BMKG Dwikorita Karnawati (kedua kiri) dan Kepala BNPP Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi rapat kerja dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (1/12/2021). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Prediksi berikutnya, tanggal 25 Desember hingga 1 Januari hampir seluruh provinsi di Indonesia akan mengalami hujan lebat.

Baik Sumatera, Kalimantan, Jawa, Nusa Tenggara Timur, Papua dan Sulawesi. Kecuali di Sulawesi Barat dan Maluku akan mengalami hujan sedang.

"Kemudian, tanggal 2 sampai 8 Januari masih hujan lebat di sebagian besar di Provinsi Indonesia, ada beberapa yang mengalami di prediksi hujan intensitas sedang, tapi mayoritas adalah hujan lebat," tutur Dwikorita.

"Poinnya adalah untuk keselamatan baik masyarakat, keselamatan transportasi, karena dengan hujan lebat potensi bencana banjir, longsor, banjir bandang, gelombang tinggi semakin meningkat apalagi di masa pandemi, biasanya daya tahan tubuh mulai menurun di kondisi cuaca seperti itu," sambung dia.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

3. Sebut Ada Potensi Tsunami hingga Ketinggian 8 Meter di Cilegon

FOTO: Pemerintah dan DPR Bahas Persiapan Nataru
Perbesar
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kedua kanan), Wakil Menteri PUPR John Wempi Wetipo (kanan), Kepala BMKG Dwikorita Karnawati (kiri) saat rapat kerja dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (1/12/2021). Rapat membahas persiapan Nataru. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Selain itu, Dwikorita mengungkap adanya potensi tsunami hingga ketinggian 8 meter di Cilegon, Banten.

"Zona rawan tsunami di Cilegon, Banten, itu juga tempat wisata di Selat Sunda dapat berpotensi skenario terburuk mengalami tsunami dengan ketinggian hingga 8 meter," kata Dwikorita.

Namun, dia tidak membeberkan kapan potensi tsunami dapat terjadi. Dia hanya memaparkan zona rawan tsunami. Dwikorita menjelaskan, BMKG hanya memetakan wilayah bahaya bencana. Soal akan terjadi tsunami hanya bagian skenario terburuk.

"Oh enggak. Itu peta, peta bahaya wilayah Indonesia ini kan pantainya kan banyak yang potensial tsunami, termasuk di Cilegon. Jadi itu peta bahaya yang disusun duluan dengan skenario terburuk, jadi hanya untuk mitigasi aja," kata dia.

"Jadi kemungkinan tidak terjadi juga, kita enggak ngerti, namanya juga mitigasi itu kan menjaga," sambung Dwikorita.

Dia menyebut, bila skenario terburuk terjadi sudah disiapkan langkah-langkah untuk mencegah terjadinya korban dan kerusakan dahsyat akibat tsunami.

"Sudah ada latihan latihan juga di daerah Cilegon itu," ucapnya.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

4. Beberkan Sejumlah Pantai Berpotensi Tsunami

FOTO: Pemerintah dan DPR Bahas Persiapan Nataru
Perbesar
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kanan) bersama Kepala BMKG Dwikorita Karnawati saat rapat kerja dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (1/12/2021). Rapat membahas persiapan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Dwikorita sendiri tidak mengetahui apakah akan terjadi tsunami di Cilegon. Tetapi dia mengakui sejumlah pantai di wilayah Indonesia berpotensi terjadi tsunami.

Seperti di pantai Barat Sumatera dari Aceh hingga Lampung. Kemudian, Selat Sunda, pantai Selatan Jawa, Bali, Lombok, Nusa Tenggara hingga pantai Selatan Papua.

"Itu kan Samudera Hindia itu rawan tsunami. Kemudian dari Samudera pasifik rawan tsunami, kemudian Selat Makassar juga, jadi seperti itu hal yang sudah banyak diketahui saya rasa sudah terlalu sering kita sampaikan juga," tegas Dwikorita.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya