Jokowi Ingin Presidensi Indonesia di G20 Tak Sebatas Seremonial

Oleh Lizsa Egeham pada 01 Des 2021, 20:53 WIB
Diperbarui 01 Des 2021, 20:53 WIB
Soal Reshuffle Kabinet Ini Kata Presiden Jokowi
Perbesar
Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan merombak (reshuffle) kembali jajaran kabinet kerjanya. Lalu siapakah yang diganti dan masih bertahan? (Foto: Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta Presiden Jokowi menekankan dirinya tak mau Presidensi Indonesia di G20 2022 hanya sebatas seremonial. Dia mengaku akan mendorong negara-negara G2P untuk melakukan aksi nyata dan menghasilkan terobosan besar.

"Saya ingin Presidensi Indonesia di G20 tidak sebatas seremonial belaka. Indonesia mendorong negara-negara G20 untuk melakukan aksi-aksi nyata. Indonesia akan terus mendorong negara-negara G20 menghasilkan terobosan-terobosan besar," jelas Jokowi dalam G20 Indonesia Presidency 2022 Opening Ceremony secara virtual, Rabu (1/12/2021).

Selain itu, Indonesia akan terus mendorong negara-negara G20 membangun kolaborasi dan menggalang kekuatan untuk memastikan masyarakat dunia dapat merasakan dampak positif dari kerja sama tersebut.

Jokowi menyampaikan Presidensi G20 Indonesia juga akan digunakan untuk memperjuangkan aspirasi dan kepentingan negara-negara berkembang.

"Indonesia berusaha membangun tata kelola dunia yang lebih adil. Indonesia berupaya memperkuat solidaritas dunia mengatasi perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan," katanya.

"Dan menggalang komitmen negara maju membantu negara berkembang. Negara kaya membantu negara miskin," sambung Jokowi.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kehormatan Bagi Indonesia

Menurut Jokowi, ada tiga fokus yang akan didorong Indonesia dalam Presidensi G20 2022. Pertama, penanganan kesehatan yang inklusif. Kedua, transformasi berbasis digital. Ketiga, transisi menuju energi berkelanjutan.

"Ini adalah sebuah kepercayaan dan kehormatan bagi Indonesia menerima Presidensi G20," tutur Jokowi.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya