Jokowi: Kebebasan Individu Dijamin Konstitusi, Tapi Ada Kepentingan Bersama

Oleh Liputan6.com pada 28 Okt 2021, 12:52 WIB
Diperbarui 28 Okt 2021, 12:52 WIB
Jokowi
Perbesar
Presiden Jokowi. (Foto Biro Pers Sekretariat Presiden)

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengingatkan kebebasan individu dijamin oleh konstitusi. Namun, ada juga kepentingan bersama untuk menjadi bangsa yang bersatu. Hal itu ia sampaikan dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda.

"Ada individu dengan segala kebebasannya tetapi ada kepentingan bersama dengan segala konsensus dan konsekuensinya," ujar Jokowi dalam acara Kongres Kebangsaan yang digelar MPR RI, Kamis (28/10/2021).

"Komitmen terhadap kebebasan individu dijamin konstitusi tetapi menjadi Indonesia incorporated, menjadi bangsa yang bersatu kekuatannya merupakan syarat utama memenangkan persaingan global," imbuh Presiden.

Lebih lanjut, Jokowi mengatakan, landskap ideologi politik dan ekonomi global penuh dengan disrupsi dan kompetisi setelah revolusi industri 4.0. Hal ini pun dipertegas dengan adanya pandemi Covid-19.

"Dalam dua tahun ini disrupsi dipertegas dengan pandemi covid-19. Pandemi covid mengajarkan kita tentang posisi sentral kita sebagai makhluk sosial," kata Jokowi.

Lanjut dia, pandemi mengajarkan bahwa manusia tidak bisa selamat sendirian. Hanya selamat kalau semua orang diselamatkan.

"Pandemi mengajarkan kita tidak ada yang bebas dari risiko covid sampai semua orang terbebas dari covid," ujar Jokowi.

Solusi pandemi Covid-19, kata Jokowi, merupakan solusi bersama, bukan individual. Pandemi mengajarkan untuk saling membantu dan saling mendisiplinkan. Seperti harus menggunakan masker dan isolasi bagi yang terpapar agar tidak menularkan.

Belajar dari pandemi, Jokowi menyebut perlu moralitas dan etika keseimbangan antara kebebasan individu dengan stabilitas sosial dan kepentingan bersama. Juga keseimbangan demokrasi dengan pemerintahan dan pelayanan efektif, serta tentang keseimbangan pengawasan dan audit dengan fleksibilitas dan kecepatan.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Penguasaan Ilmu Pengetahuan

Selain itu, Jokowi mengatakan, pandemi mengajarkan untuk merujuk pada kaidah ilmu pengetahuan dan perkembangan teknologi terbaru.

"Kecepatan untuk menyediakan vaksin dan obat-obatan menunjukkan betapa pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pentingnya kemandirian ekonomi dan produksi yang dilandasi dengan institusi pendidikan dan penelitian yang kuat dan SDM yang unggul," ujar Jokowi.

 

Reporter: Ahda Bayhaqi/Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya