MPR Minta Pemerintah Jelaskan Kepastian Umrah ke Masyarakat

Oleh Putu Merta Surya Putra pada 28 Okt 2021, 08:00 WIB
Diperbarui 28 Okt 2021, 08:00 WIB
FOTO: Suasana Awal Ramadhan di Masjidil Haram
Perbesar
Jemaah umrah menerapkan jaga jarak untuk membantu mengekang penyebaran virus corona COVID-19 saat sholat mengelilingi Ka'bah pada awal bulan suci Ramadhan di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, Senin (12/4/2021). (AP Photo/Amr Nabil)

Liputan6.com, Jakarta Ketua MPR Bambang Soesatyo atau Bamsoet meminta pemerintah menjelaskan kepastian jadwal umrah kepada masyarakat. Hal ini untuk menghindari keraguan bagi masyarakat yang sudah membayar.

"Perlu disampaikan kepada masyarakat agar tidak menimbulkan keresahan," kata dia dalam keterangan tertulis Rabu 27 Oktober 2021.

Seperti dilansir dari Antara, Politikus Golkar ini yang perlu dijelaskan kepada masyarakat bahwa masih ada hal yang perlu dibenahi sebelum keberangkatan umrah.

Bamsoet juga meminta Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, Kementerian Luar Negeri dan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk segera merampungkan dan menyampaikan aturan teknis penyelenggaraan ibadah umrah di masa pandemi Covid-19.

"Khususnya yang terkait dengan vaksin boster hingga aturan karantina yang berlaku di Arab Saudi," jelas dia.

Bamsoet meminta komitmen pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama untuk terus mengupayakan penyelenggaraan ibadah umrah dapat dilaksanakan sesegera mungkin, dengan melakukan diplomasi serta komunikasi yang baik dengan pihak Saudi.

Hampir tiga pekan sejak Menteri Luar Negeri mengumumkan nota diplomatik Kerajaan Arab Saudi soal umrah, kepastian pemberangkatan belum juga mewujud.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kemenag Siapkan Skema Satu Pintu

Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kementerian Agama telah menyiapkan skema satu pintu bagi jemaah Indonesia yang akan melaksanakan ibadah umrah.

Menurut dia, skema ini sebagai cara penerapan protokol kesehatan sebelum keberangkatan di masa pandemi saat izin dari Saudi sudah diberikan untuk Indonesia.

"Umrah akan dicoba satu pintu dan akan menggunakan Asrama Haji. Wacana satu pintu ini dimana aturan kesehatan protapnya sebelum berangkat harus ada karantina, jadi umrah rasa haji," kata Saiful saat gelar sosialisasi persiapan penyelenggaraan haji 2022 dan umrah 2021 di Hotel Grand Orchardz, Jakarta, Senin (18/10/2021).

Saiful melanjutkan, selain jemaah umrah akan dikarantina, nantinya tes PCR dan pemeriksaan vaksin akan dikerjasamakan bersama Kementerian Kesehatan.

"Jadi kalau sudah bisa melaksanakan ini (umrah) clear dan Insyaallah haji akan lancar," jelas dia.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya