Pimpinan DPR Yakin Harga Tes PCR Bisa Lebih Murah Lagi

Oleh Liputan6.com pada 26 Okt 2021, 18:14 WIB
Diperbarui 26 Okt 2021, 18:14 WIB
Tarif batas untuk tes PCR
Perbesar
Petugas kesehatan mengambil sampel lendir saat tes usap (swab test) PCR di Jakarta, Senin (25/10/2021). Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengarahkan untuk menurunkan harga tes PCR menjadi Rp300 ribu dan masa berlaku pemeriksaan diperpanjang 3x24 jam. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mendukung langkah pemerintah menurunkan harga tes PCR menjadi maksimal Rp 300 ribu. Dasco berharap semua pihak segera menindaklanjuti perintah Presiden Joko Widodo.

"Oleh karena itu dengan adanya apa yang disampaikan oleh presiden dan semua pihak harus menindaklanjuti dalam waktu secepat cepatnya PCR dengan harga maksimal 300 ribu," ujar Dasco di DPR RI, Selasa (26/10).

Ketua Harian Partai Gerindra ini meyakini, harga PCR itu bisa menjadi lebih murah lagi. "Saya pikir harga PCR Rp 300 ribu harga maksimal. Kita akan coba di situ, nanti bisa lebih murah," ujarnya.

Dasco mengatakan, dengan harga PCR yang murah memudahkan masyarakat yang ingin bepergian. Sehingga tidak diberatkan dengan harga tes Covid-19.

"Nah ini supaya masyarakat yang ingin bepergian juga tidak ragu atau kemudian merasa berat dengan PCR yang ada," ujarnya.

Menurut Dasco, syarat PCR sebaiknya hanya diterapkan untuk transportasi jarak jauh seperti pesawat. Tidak perlu tes Covid-19 dengan PCR menjadi syarat jarak dekat.

"Ya kita lihat nanti kalau moda transportasi jarak pendek saya pikir gak perlu. Kalau pesawat ini kan dia karena melintasi lintas provinsi, misalnya atau lintas negara saya pikir perlu," ujarnya.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tetap Jaga Prokes

Namun begitu, Dasco tetap mengingatkan masyarakat bahwa pandemi belum selesai. Ia mengimbau harus tetep hati-hati dan patuhi protokol kesehatan.

"Para ahli memprediksi masih ada gelombang ketiga walaupun kita tadi harapkan dan kita tetap harus berhati-hati. Saya imbau kepada masyarakat tetap kita menjaga prokes dengan ketat," ucapnya.

Reporter: Ahda Bayhaqi

Sumber: Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya