Waspada Kluster Baru Covid-19, DPR: Akhir Tahun Masa Paling Krusial

Oleh Liputan6.com pada 19 Okt 2021, 17:12 WIB
Diperbarui 19 Okt 2021, 17:12 WIB
FOTO: Perjuangan Paramedis Merawat Pasien COVID-19 di RSUD Kota Bogor
Perbesar
Paramedis menunjukkan gawai kepada pasien COVID-19 di Ruang ICU RSUD Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (18/6/2021). Tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) RSUD Kota Bogor saat ini mencapai 73 persen. (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kemunculan klaster baru Covid-19 saat libur panjang tiba. 

Sehingga menurutnya akhir tahun menjadi masa paling krusial atau menentukan apakah Indonesia bisa melewati ancaman gelombang ketiga atau tidak.

"Kita tak boleh lupa bahwa fakta selama masa pandemi menunjukkan libur panjang menjadi faktor pemicu munculnya klaster baru penularan virus Corona," kata Nurhadi kepada wartawan, Selasa (19/10/2021).

Nurhadi menilai upaya pencegahan lonjakan penularan Covid-19 pada libur Natal dan Tahun Baru mendatang harus dilakukan secara ketat dan terkoordinasi dari pusat hingga daerah.

"Sejumlah langkah pengendalian harus konsisten dilakukan, meski pelonggaran kegiatan di beberapa sektor terus terjadi menyusul tren penurunan jumlah kasus positif Covid-19 di Tanah Air," ujarnya. 

Untuk mempertahankan terkendalinya sebaran Covid-19, lanjut Nurhadi, berbagai kegiatan masyarakat di area publik harus terus memiliki mekanisme agar tetap bisa dikendalikan.

"Saat ini masyarakat harus terus dipersiapkan agar mampu menjalani norma-norma baru dalam kegiatan keseharian demi menjaga penyebaran Covid-19 tetap terkendali," jelasnya. 

Dia menambahkan saat ini DPR RI menunggu roadmap seperti apa yang disiapkan pemerintah terkait dengan transisi dari pandemi ke endemi Covid-19. Nurhadi menuturkan jumlah kasus Covid-19, baik yang positif maupun meninggal dunia telah melandai.

"Saatnya masyarakat hidup tenang dengan kebiasaan baru bersama Covid-19 sebab virus ini tidak mungkin menghilang 100%," imbuhnya.

Menurut Nurhadi, kewaspadaan dan disiplin mematuhi protokol kesehatan tetap harus diperhatikan.

"Kita masih punya PR, yaitu menyelesaikan vaksinasi hingga tuntas menjangkau paling tidak 70% penduduk Indonesia," pungkasnya. 

 

** #IngatPesanIbu 

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap 3m #vaksinmelindungikitasemua

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Akhir Tahun Masa Paling Krusial

Hal senada juga dikatakan oleh Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo. "Saya kira akhir tahun dan tahun depan, libur Natal dan Tahun Baru menjadi krusial bagi kita untuk pengendalian Covid-19," kata Rahmad. 

Karena, kata dia, libur panjang selalu membuat kasus Covid-19 meningkat. "Jadi ini saya kira harus jadi perhatian serius buat warga dan pemerintah, bahwa kita harus hati-hati, kita harus waspada, jangan sampai yang sudah kita perjuangkan bersama menjadi naik kembali," katanya.

Dia pun memberikan contoh negara India yang kembali mengalami peningkatan kasus Covid-19 setelah melakukan pelonggaran kegiatan masyarakat, termasuk memperbolehkan acara keagamaan digelar. Menurutnya, apa yang dialami India perlu menjadi pelajaran bagi Indonesia.

Dia pun menyarankan agar cuti bersama akhir tahun ditiadakan atau diundur. Atau memberikan cuti bersama ke masyarakat tidak secara bersamaan.

"Yang penting kita harus menghindarkan warga berkerumun, menghindarkan pergerakan masyarakat dari satu kota ke kota lain secara bersamaan, ini sangat bahaya," kata Rahmad.

Ahli Epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Iwan Ariawan juga menilai akhir tahun menjadi masa paling krusial.

"Karena di akhir tahun biasanya terjadi mobilitas penduduk yang sangat tinggi dan mobilitas penduduk berhubungan erat dengan transmisi Covid-19," ujar Iwan.

Iwan pun setuju dengan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang mengatakan Covid-19 di Indonesia akan berstatus endemi bila bisa melewati akhir tahun dengan baik. Namun, kata Iwan, dengan syarat tidak ada varian baru yang lebih menular.

"PPKM terbukti efektif untuk mengedalikan pandemi Covid-19 di Indonesia. PPKM akan terus diperpanjang sampai dengan Covid-19 menjadi endemik," pungkasnya.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya