Risma Akan Dirikan Lumbung Sosial di Titik Rawan Longsor di Bangli Bali

Oleh Yopi Makdori pada 19 Okt 2021, 12:37 WIB
Diperbarui 19 Okt 2021, 12:49 WIB
Menteri Sosial Tri Rismaharini atau Risma
Perbesar
Menteri Sosial Tri Rismaharini atau Risma. (Foto: Istimewa).

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini atau Risma berencana membangun lumbung sosial di delapan titik rawan longsor di Bangli, Bali. Saat mengunjungi lokasi bencana longsor akibat gempa bumi di daerah tersebut, Risma menyadari bahwa kondisi geografis Bangli memang berada di bawah kaki bukit yang berjajar mengelilingi sejumlah desa.

Menurut Risma hal itu belajar dari penanganan longsor di Luwu, Sulawesi Selatan. Risma merencanakan lumbung sosial (bufferstock) itu bakal diisi bahan makanan dan juga bahan bakar minyak.

"Jadi kalau sewaktu-waktu terjadi bencana, warga tetap terpenuhi kebutuhan makanannya. Pak Bupati mohon dibantu untuk penyiapan lokasinya," kata dia dalam keterangan tulis, Selasa (19/10/2021).

Untuk meminimalkan dampak bencana, Risma juga minta didirikan tenda sebagai titik evakuasi. "Tidak usah menunggu longsor ya. Kalau sudah hujan besar, segera menyelamatkan diri ke tenda ya," pinta dia.

Bangli menjadi salah satu lokasi yang terdampak gempa bumi yang mengguncang Pulau Dewata itu pada Sabtu, 16 Oktober 2021. Gempa dengan magnitudo 4,8 itu cukup berdampak pada Desa Trunyan, Bangli, Bali. Di sana Risma juga membagikan makanan anak, selimut, dan kasur.

Dari sini, Risma dan rombongan bergerak menuju titik lokasi bencana kedua, yakni Banjar Jati Tuhu, Desa Ban, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem.

Dia melihat dari dekat kondisi lokasi bencana dan menyapa warga terdampak bencana gempa Bali. Risma juga menyerahkan bantuan berupa bantuan logistik, makanan anak, matras, dan kasur merah.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Salurkan Logistik dan Santunan ke Korban Gempa

Gempa magnitudo 4,8 terjadi di 8 kilometer barat laut Karangasem, Bali pada, Sabtu (16/10/2021) pukul 03.18 WIB.
Perbesar
Gempa magnitudo 4,8 terjadi di 8 kilometer barat laut Karangasem, Bali pada, Sabtu (16/10/2021) pukul 03.18 WIB.

Untuk meringankan beban masyarakat, Kemensos tercatat telah menyalurkan bantuan logistik, santunan untuk ahli waris korban meninggal dan bantuan untuk korban luka. Sebelum kehadiran Mensos, telah disalurkan bantuan logistik untuk Kabupaten Bangli yang bersumber dari gudang logistik Kabupaten Bangli berupa kasur merah 5 unit, makanan anak 32 paket, selimut merah 10 lembar, family kit 10 paket.

Bantuan logistik juga sudah disalurkan sebelum kehadiran Risma bersumber dari Gudang Kabupaten Karangasem berupa makanan anak 20 paket, selimut merah 20 paket, kasur 20 paket, family kit 20 paket, tenda gulung 20 paket, matras 20 paket, kidsware 2 paket.

Sementara Bantuan logistik yang disalurkan saat kunjungan Mensos bersumber dari Gudang Provinsi Bali ke Dinsos Kabupaten Karangasem berupa makanan anak 120 paket, matras 60 lembar, selimut 60 lembar, kasur 20 unit, tenda gulung 50 lembar, peralatan dapur keluarga 30 paket, family kit 30 paket, kids ware 30 paket, foodware 30 paket, tenda serbaguna 1 unit. Total nilai untuk semua bantuan logistik sebesar Rp 248.189.122.

Selain itu, dalam kunjungan ke Bangli Risma juga menyerahkan santunan ahli waris secara simbolik. Yakni untuk 2 orang korban meninggal di Bangli sebesar Rp 3 juta atau masing-masing Rp15 juta. Santunan luka berat 3 orang Rp 15 juta atau masing-masing 5 juta.

Santunan ahli waris untuk 1 orang korban meninggal di Kabupaten Karangasem Rp15 juta. Santunan luka berat 3 orang Rp15 juta. Santunan luka ringan 3 orang Rp 6 juta. Total nilai santunan di kedua daerah sebesar Rp 81 juta. Dengan demikian total bantuan Kemensos baik berupa bantuan logistik maupun santunan sebesar Rp 329.189.122.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Ratusan Gempa Guncang Lombok

Infografis Ratusan Gempa Guncang Lombok
Perbesar
Infografis Ratusan Gempa Guncang Lombok. (Liputan6.com/Triyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya