Kasus Covid-19 di Jakarta Disebut Mulai Bermunculan pada Oktober

Oleh Liputan6.com pada 17 Okt 2021, 10:00 WIB
Diperbarui 20 Okt 2021, 07:46 WIB
Ilustrasi Covid-19, virus corona
Perbesar
Ilustrasi Covid-19, virus corona. Kredit: Miroslava Chrienova via Pixabay

Liputan6.com, Jakarta - Staf medis divisi penyakit tropis dan infeksi penyakit dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) Adityo Susilo meminta semua pihak waspada terhadap lonjakan kasus Covid-19. Sebab, sejak pemerintah melakukan relaksasi kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), mobilitas penduduk meningkat.

"Kita saat ini bersyukur, saya yakin mayoritas tenaga kesehatan di Jakarta dan tentu harapannya di seluruh Indonesia, sejak Agustus kemarin kita sudah mulai mengalami relaksasi, September relaksasi, sangat luar biasa. Kasusnya sangat sedikit sekali, namun hati-hati," katanya saat Webinar TIM Mitigasi IDI yang dikutip Merdeka.com, Minggu (17/10/2021).

Wakil Sekjen PB Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (Papdi) ini mengatakan, kasus Covid-19 di wilayah di Jakarta mulai bermunculan kembali.

"Di bulan Oktober ini, tempat saya swasta berpraktik sudah mulai lagi berdatangan kasus-kasus Covid yang baru. Jadi artinya, di bulan Oktober ini sudah mulai bermunculan lagi kasus baru dan kita harus waspada," ujarnya.

Staf medis dan anggota komite medik Rumah Sakit Medistra ini kemudian menyinggung prediksi gelombang ketiga pandemi Covid-19 yang akan terjadi pada akhir tahun 2021. Prediksi tersebut, kata Adityo, patut diwaspadai.

"Isu gelombang ketiga ini prediksi di akhir tahun karena nanti berhubungan dengan pergerakan manusia saat itu. Jadi saya pikir penting untuk kita selalu waspada dengan Covid-19 karena memang penyakit ini masih ada di sekitar kita," tuturnya.

Spidemiolog dari Griffith University, Dicky Budiman mengatakan, secara spesifik, gelombang ketiga pandemi Covid-19 kemungkinan akan terjadi akhir Desember 2021 hingga awal Januari 2021. Puncak gelombang ketiga ini terjadi sekitar awal Januari 2022.

Gelombang ketiga bisa dipicu sejumlah hal, di antaranya karena mobilitas pada libur akhir tahun 2021 meningkat, vaksinasi Covid-19 masih rendah, relaksasi kebijakan PPKM hingga munculnya varian baru.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Antisipasi Gelombang Ketiga

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito sebelumnya mengatakan, pemerintah tengah menyusun strategi untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 pada libur akhir tahun 2021. Penyusunan strategi ini dilakukan lintas kementerian dan lembaga.

"Strategi yang disusun diharapkan dapat menjadi kebijakan yang efektif dan inklusif dengan menekankan pada prinsip pelonggaran aktivitas yang diikuti pengendalian lapangan yang ketat," ujarnya dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube BNPB Indonesia, Kamis (14/10/2021).

Sembari menyusun strategi untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19, pemerintah terus meningkatkan laju vaksinasi pada kelompok lansia. Terutama vaksinasi lansia di wilayah aglomerasi dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, kata Wiku, pemerintah mempercepat program vaksinasi Covid-19 pada anak. Pemerintah juga melakukan skrining berlapis terhadap pelaku perjalanan internasional.

Reporter: Titin Suprihatin

Sumber: Merdeka.com.

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya