BPBD DKI Minta Warga Jakarta Waspada Cuaca Ekstrem pada 26-27 September 2021

Oleh Nila Chrisna Yulika pada 25 Sep 2021, 21:31 WIB
Diperbarui 25 Sep 2021, 21:31 WIB
Penampakan Sambaran Petir Saat Hujan di Jakarta
Perbesar
Kilatan petir menyambar di kawasan Monas, saat hujan yang disertai angin mengguyur Jakarta, Sabtu (21/12/2019),Malam. BMKG mengingatkan agar waspada terhadap potensi hujan deras yang disertai petir diprediksi akan terjadi dalam beberapa hari kedepan. (merdeka.com/Imam Buhori)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengimbau masyarakat Ibu Kota waspada cuaca ekstrem di Jakarta pada 26 September pukul 07.00 WIB hingga 27 September 2021 pukul 07.00 WIB. Cuaca ekstrem ini dapat mengakibatkan banjir dan banjir bandang di DKI Jakarta.

"Berdasarkan prakiraan cuaca berbasis dampak hujan lebat di Indonesia bagian barat. Terdapat potensi hujan lebat dengan dampak banjir/bandang di DKI Jakarta (Status WASPADA)," tulis BPBD DKI di akun twitternya, Sabtu (25/9/2021).

BPBD pun meminta masyarakat untuk terus memantau prakiraan cuaca ekstrem dan dampaknya dalam periode dua hari tersebut dalam tautan https://signature.bmkg.go.id.

Warga DKI Jakarta pun diminta untuk waspada dan berhati-hati terhadap cuaca ekstrem yang mengakibatkan hujan secara sporadis, lebat dan durasi singkat, disertai petir dan angin kencang, bahkan hujan es. Cuaca ekstrem tersebut dapat berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, dan puting beliung, terutama untuk masyarakat yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi.

Warga juga diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan, salah satunya dengan membaca buku "Panduan Kesiapsiagaan Menghadapi Banjir bagi Masyarakat" melalui link http://tiny.cc/bukusakusiagabanjir.

"Adapun informasi terkait tinggi muka air dapat dimonitor melalui http://bpbd.jakarta.go.id/waterlevel/," tulis BPBD seperti dikutip dari Antara.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Hubungi Call Center

Kemudian, jika terjadi keadaan darurat masyarakat dapat menghubungi Call Center 112, lalu bila ditemukan genangan/banjir dapat melaporkan melalui aplikasi JAKI dan peta bencana.

"Selain itu, kami akan membagikan peringatan dini melalui media sosial BPBD DKI Jakarta dan Aplikasi JAKI. Kami mengimbau kepada seluruh warga Jakarta untuk tetap menerapkan 6M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas, dan menghindari makan bersama," tulis BPBD.

 

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya