Disdik Jabar: Tidak Ada Klaster Penularan Covid-19 di Sekolah Selama PTM

Oleh Liputan6.com pada 25 Sep 2021, 13:24 WIB
Diperbarui 25 Sep 2021, 13:24 WIB
FOTO: Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka di Tangerang
Perbesar
Guru mengajar saat uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di SMAN 1 Kota Tangerang, Banten, Senin (6/9/2021). Dinas Pendidikan Provinsi Banten uji coba PTM di SMA di Kota Tangerang secara terbatas dengan sistem bergiliran dan menerapkan protokol kesehatan ketat. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat menyatakan bahwa sampai saat ini tidak ada klaster penularan Covid-19 di sekolah-sekolah yang melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) di wilayah Jawa Barat.

"Kita sampaikan kepada publik bahwa tidak ada klaster (penularan Covid-19 selama) PTM, dan mohon doanya, jangan sampai ada," kata Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dedi Supandi di Kota Bandung, Sabtu (25/9/2021) dilansir Antara.

Dedi mengaku pihaknya telah melakukan pengawasan dan pengecekan langsung ke sekolah-sekolah yang melaksanakan PTM. 

"Kami sudah cek lewat pengawasan dan cabang dinas di berbagai daerah, tidak ada satu pun klaster PTM," katanya di sela acara Gebyar Vaksinasi bagi Penyandang Disabilitas di Jawa Barat yang berlangsung di SLB Negeri Cicendo Bandung. 

"Jadi kita konfirmasi ke Pusdatin dan Kemendikbud, ternyata telah terjadi misscomunication (miskomunikasi) terkait klaster PTM ini," kata Dedi menambahkan.

Berdasarkan hasil konfirmasi ke lembaga terkait, ia melanjutkan, yang ada data tentang siswa yang terserang Covid-19 sebelum pelaksanaan PTM.

 

** #IngatPesanIbu 

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap 3m #vaksinmelindungikitasemua

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Sudah Siapkan Langkah Penanggulangan

Dedi menyebut bahwa dinas sudah menyiapkan langkah penanggulangan apabila ada temuan kasus penularan Covid-19 di lingkungan sekolah.

"Kalau ditemukan kasus Covid-19 di klaster PTM, pertama sekolah harus melakukan tindakan segera. Kedua menutup sementara (sekolah). Ketiga, setelah menutup sementara terus disemprot disinfektan (sekolahnya), maka (sesudah itu) silakan buka kembali," jelasnya. 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya