Pengamat: Airlangga - Ganjar atau Sandi Saling Melengkapi

Oleh Liputan6.com pada 23 Sep 2021, 17:49 WIB
Diperbarui 23 Sep 2021, 18:38 WIB
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto
Perbesar
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto saat memberikan pengarahan dihadapan kader seluruh Jawa Tengah. (Foto: Dokumentasi Golkar).

Liputan6.com, Jakarta Ketua Umum Organisasi Sayap Partai Golkar, Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), Dito Ariotedjo menyerukan duet Airlangga Hartarto (AH) dengan para tokoh populer capres versi survei opini publik. Tiga tokoh tersebut di antaranya, Ganjar Pranowo, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif Parameter Politik, Adi Prayitno menilai, duet Airlangga dengan Ganjar atau Sandiaga sangat cocok. Keduanya dinilai saling melengkapi.

"Itu cocok ya, karena apapun judulnya dari segi dukungan parpol, Airlangga-Ganjar atau Airlangga-Sandi masuk," jelas Adi saat dihubungi merdeka.com, Kamis (23/9/2021).

Dia menilai, Airlangga dengan Ganjar atau Sandi dianungi oleh partai besar. Hanya tinggal, negosiasi parpol untuk memilih siapa yang nomor satu dan nomor dua.

"Di situ parpol saling tarik ulur. Endingnya kalau saya melihat ideal yang potensial menang," kata Adi. Calon yang popularitas dan elektabilitasnya lebih baik biasanya akan dipilih jadi nomor satu.

Adi menganalisis, ketum atau elite parpol peluangnya cukup besar untuk maju di Pemilu 2024. Terlebih targetnya coattail effect (efek ekor jas). Jika partainya mengusung kader sebagai calon presiden atau wakil, maka akan berdampak signifikan terhadap perolehan suara partai.

"Ketum partai pasti ngotot karena bagi mereka tidak hanya sekadar mengusung ketum atau elite itu penting, tapi khawatir partainya terjun bebas," terang Adi.

Dia mencontohkan, Gerindra saat ini berubah menjadi partai besar, karena terdampak dari majunya Prabowo Subianto sebagai calon presiden dalam dua kali pemilu. Hal ini yang diharapkan para partai saat ini. Sehingga bukan hanya sekadar ingin elitenya maju capres.

"Jadi partai sedang menghitung untuk apa mendukung capres menang, tapi parpol terjun bebas atau tidak signifikan (dapat suaranya). Itu yang sebenarnya sedang dihitung parpol," imbuhnya.

Soal kemungkinan Ganjar atau Sandiaga keluar dari parpol masing-masing untuk bisa diusung parpol lain, Adi melihat hal tersebut sulit untuk terjadi. Sebab, persepsi publik akan menilai bahwa Ganjar dan Sandi ambisius, rela meninggalkan parpol demi maju calon presiden.

 

** #IngatPesanIbu 

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap 3m #vaksinmelindungikitasemua

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kerja Keras Tingkatkan Elektabilitas

Sementara untuk Airlangga, Adi menilai, Menko Perekonomian itu masih harus kerja keras untuk meningkatkan elektabilitas dan popularitasnya. Dengan cara, banyak tampil di publik dengan bendera Ketua Umum Golkar, bukan sebagai menteri Jokowi.

"Airlangga sangat jarang kelihatan di publik sebagai ketum partai. Airlangga mesti sering tampil ke publik sebagai ketum, kalau sebagai menko insetif dari kerja politiknya, tonenya akan ke Jokowi, sebagai presiden. Limpahan kebaikan yang dilakukan Airlangga akan ke Jokowi," terang Adi.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Umum Organisasi Sayap Partai Golkar, Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), Dito Ariotedjo serukan duet Airlangga Hartarto (AH) dengan para tokoh yang memiliki elektabilitas tinggi versi survei opini publik.

Dito menilai, setidaknya ada 7 tokoh yang berpotensi menjadi calon wakil presiden mendampingi Airlangga. Namun, dia menilai hanya tiga orang yang pas.

"Dari 7 pilihan itu menurut saya Pak AH cocok didampingi Pak Anies, Pak Ganjar dan Sandiaga Uno," kata Dito saat dihubungi merdeka.com, Selasa (21/9). Empat lainnya yang dianggap potensial yakni Gibran Rakabuming Raka, Khofifah Indar Parawansa, Ridwan Kamil dan Muhaimin Iskandar.

Anies hingga kini belum memiliki partai politik. Peluangnya diusung parpol manapun masih terbuka lebar. Sementara Ganjar dan Sandiaga memiliki peluang kecil di parpolnya masing-masing. Ganjar harus bersaing dengan Puan Maharani dan Sandiaga dengan Prabowo Subianto.

Dito menjelaskan, ketiga calon tersebut menjadi pelengkap bagi kemampuan Airlangga saat ini. Menurut dia, Airlangga kuat di partai dan punya latarbelakang teknokrat.

“Walaupun beliau ketum partai, sisi teknokrat beliau sangat kental. Sangat profesional di bidang industri dan ekonomi,” kata Dito.

Kemudian sosok Anies, Ganjar dan Sandiaga Uno punya pengalaman sebagai kepala daerah. Hal ini yang diyakini sebagai paket lengkap untuk Pemilu 2024.

“Tapi saat ini Pak AH sebagai ketua KC PEN akan fokus menangani Covid dan kebangkitan ekonomi Indonesia. Karena Pak AH pemimpin yang mementingkan Indonesia dan kesejahteraan masyarakat kita,” tambah Dito.

Reporter : Randy Ferdi Firdaus

Sumber: Merdeka.com

Infografis Mengintip Survei Bursa Capres 2024
Perbesar
Infografis Mengintip Survei Bursa Capres 2024 (Liputan6.com/Triyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya