Temuan 25 Klaster PTM Terbatas, Disdik DKI Jakarta: Kami Kaget dan Sedang Ditelusuri

Oleh Ika Defianti pada 23 Sep 2021, 14:00 WIB
Diperbarui 23 Sep 2021, 15:07 WIB
Suasana Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka di SDN Kalisari 05 Jakarta
Perbesar
Guru memberikan materi saat uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di SDN 05 Kalisari, Jakarta, Senin (30/8/2021). Pemprov DKI menggelar PTM di tengah pandemi covid-19 mulai 30 Agustus 2021 secara terbatas dengan kapasitas 50 persen pada setiap satuan pendidikan. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Bidang SMP-SMA Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Putoyo, mengaku kaget adanya hasil survei dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengenai adanya temuan 25 klaster PTM terbatas.

"Belum ada kalau kasus klaster di kami. Makanya kami agak kaget mendengar (hasil survei) jadi langsung berkoordinasi dengan Dinkes," kata Putoyo saat dikonfirmasi, Kamis (23/9/2021).

Lanjut dia, nantinya pihaknya akan berkoordinasi juga dengan Kemendikbudristek terkait data tersebut. Yakni mengenai data detail sekolah yang masuk dalam klaster saat penyelenggaraan PTM.

"Sedang kita coba telusuri karena memang kami tidak mendapatkan itu selama kita melaksanakan PTM terbatas ini," ucapnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan pihaknya belum mengetahui adanya 25 klaster Covid-19 saat pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di Ibu Kota.

Kata dia, pelaksanaan PTM di Jakarta sudah dilaksanakan berdasarkan dengan standard operating procedure (SOP) yang telah ditentukan.

"Sejauh ini kami meyakini protokol kesehatan yang dilaksanakan PTM di sekolah sudah sesuai dengan mekanisme, SOP yang ada," ujar Riza di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (22/9/2021).

Kendati begitu, politikus Gerindra ini meyakini klaster tersebut dimungkinkan terjadi penularan di luar sekolah. Yakni di rumah ataupun saat perjalanan pergi atau pulang sekolah.

"Walaupun nanti ada yang tertular, kemungkinan itu dalam perjalanan atau di rumah, bukan di sekolah. Kami sampai hari ini yakin optimis PTM tidak menimbulkan klaster," jelas dia.

 

** #IngatPesanIbu 

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap 3m #vaksinmelindungikitasemua

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Temuan Kemendikbudristek

Pemerintah DKI Jakarta mulai menggelar PTM terbatas di semua jenjang sekolah pada Senin, 30 Agustus 2021.
Perbesar
Pemerintah DKI Jakarta mulai menggelar PTM terbatas di semua jenjang sekolah pada Senin, 30 Agustus 2021.

 

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) melaporkan, terdapat 25 sekolah di DKI Jakarta yang menjadi klaster penularan Covid-19 selama gelaran pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Hal itu terungkap dalam survei Kemendikbudristek terhadap sekolah yang menggelar PTM terbatas per Kamis, 23 September 2021.

Angka itu setara 2,77 persen dari 902 sekolah di Jakarta yang telah mengisi survei. Kemendikbudristek mencatat, ada 227 guru dan tenaga kependidikan serta 241 siswa yang terkonfirmasi positif Covid-19 selama PTM terbatas di DKI Jakarta.

Klaster paling banyak ditemukan pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), yakni enam sekolah. Kemudian Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ada lima sekolah.

Selanjutnya, Sekolah Dasar (SD) ada dua sekolah, Sekolah Menengah Atas (SMA) ada empat sekolah, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ada lima sekolah, dan Sekolah Luar Bisa (SLB) dua sekolah.

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya