Giring Ganesha Serang Anies, PAN DKI Minta PSI Beri Solusi

Oleh Delvira Hutabarat pada 23 Sep 2021, 13:18 WIB
Diperbarui 23 Sep 2021, 13:18 WIB
Eko Patrio Pimpin Konsolidasi Bakal Caleg PAN DKI
Perbesar
Ketua DPW PAN Provinsi DKI Jakarta Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio (tengah) memberi pengarahan saat konsolidasi bakal calon anggota legislatif di Jakarta, Sabtu (24/3). Ratusan orang daftar bakal caleg lewat PAN. (Liputan6.com/JohanTallo)

Liputan6.com, Jakarta - Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha menyebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai pembohong. Bahkan, Giring menuding Anies menghabiskan uang rakyat DKI untuk kepentingan Pilpres 2024.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) DKI Jakarta Eko Hendro Purnomo meminta Giring tidak asal menyerang tanpa memberi solusi.

"Jangan hanya sekadar menyerang, tapi mana solusinya, beri solusi dong seperti apa, lakukan sesuatu,” kata Eko saat dikonfirmasi, Kamis (23/9/2021).

Apalagi, menurut Eko, apa yang disampaikan Giring tidak terbukti, mengingat Anies sukses menangani pandemi khususnya vaksinasi Covid-19 di Ibukota.

"Sudah terbukti ya soal (penanganan) pandemi Jakarta baik, apalagi soal vaksin. Nomor satu Jakarta (tertinggi) vaksinasinya,” kata Eko.

Menurut Eko, apabila Anies bermasalah atau terlibat kasus hukum seperti yang dikatakan Giring, maka Anies seharusnya sejak lama telah mendapat hukuman.

"Sampai sekarang tidak ada apa-apa, tidak ada masalah kan,” ucap dia.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Sebut Anies Pembohong

FOTO: Anies Baswedan Penuhi Panggilan KPK
Perbesar
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) menyapa orang-orang saat tiba di halaman Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (21/9/2021). Anies akan menjalani pemeriksaan dalam kasus dugaan korupsi pengadaan lahan di Munjul pada tahun 2019. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Diketahui, Giring Ganesha mengunggah video di akun @psi_id, yang berisi tudingan Anies menggunakan APBD DKI untuk Pilpres 2024.

"Uang muka dan jaminan bank bagi penyelenggaraan balap mobil Formula E dibayar Anies pada saat pemerintah secara resmi mengumumkan negara dalam keadaan darurat karena pandemi COVID-19. Uang rakyat sebanyak itu dihabiskan oleh Gubernur Anies Baswedan di tengah penderitaan rakyat yang sakit, meninggal, dan hidupnya susah karena pandemi. Uang Rp 1 triliun dia keluarkan, padahal rakyat telantar tidak masuk ke rumah sakit yang penuh. Rakyat kesulitan makan karena kehilangan pekerjaan," kata Giring.

"Rekam jejak pembohong ini harus kita ingat sebagai bahan pertimbangan saat pemilihan nanti di 2024. Jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan pembohong. Jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan Anies Baswedan," ucap Giring.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya