Sikap Mahfud Md Terus Bicara soal Kasus Brigadir J Dipertanyakan

Oleh Liputan6.com pada 10 Agu 2022, 15:00 WIB
Diperbarui 10 Agu 2022, 20:54 WIB
Menko Polhukam Mahfud Md
Perbesar
Menko Polhukam Mahfud Md (Foto: Istimewa).

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md terus bicara terkait perkembangan terkini kasus kematian Brigadir J.

Termasuk usai Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menetapkan Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka. DPR juga bahkan menyinggung Mahfud Md yang dinilai telah melewati batasan.

Hal itu pula yang disampaikan Wakil Ketua Partai Garuda Teddy Gusnaidi. Teddy pun mempertanyakan sikap Mahfud yang selalu banyak bicara.

"Mahfud Md mempertanyakan sikap DPR yang diam atas kasus irjen Sambo, tentu aneh mempertanyakan hal ini, karena sikap DPR diam artinya menghormati proses hukum. Yang perlu dipertanyakan adalah sikap Mahfud Md yang terlalu berisik dan begitu berlebihan bahkan tampak melampaui kewenangan para penyidik," ujar Teddy melalui keterangan tertulis, Rabu (10/8/2022).

Dia berharap seharusnya Mahfud Md bisa bijak sebagai pemerintah, mencontohkan bagaimana menghormati hukum, dan bagaimana patuh atas praduga tak bersalah sebelum ada putusan pengadilan agar masyarakat bijak merespon.

"Presiden Jokowi sudah mencontohkan bagaimana merespon kasus ini dengan baik, bukan secara berlebihan," terang Teddy.

"Makanya saya mempertanyakan, ada apa dengan Mahfud Md sehingga bereaksi berlebihan melampaui kewenangan aparat hukum? Apakah ada kepentingan politik atau motif-motif lain? Jika ingin menjadi pengacara, ya lepaskan jabatan menteri, jangan menggunakan jabatan tapi melakukan kerja pengacara," sambung dia.

Teddy menegaskan biarkaan hukum yang memutuskan, bukan berdasarkan asumsi.

"Biarkan hukum yang memutuskan, karena negara ini negara hukum, bukan negara asumsi, dimana hukum berdasarkan selera dan opini yang paling banyak," jelas Teddy.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Komisi III DPR Sindir Mahfud Md

Mahfud MD
Perbesar
Mahfud MD (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi III DPR Adies Kadir mengatakan, pihaknya akan memanggil Kapolri untuk meminta penjelasan kasus yang menuai polemik di publik, yakni pembunuhan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Dia menuturkan, pemanggilan Kapolri baru bisa dilakukan usai masa reses selesai pada pertengahan Agustus mendatang.

"Lagi reses, masa boleh kita panggil-panggil? Kalau sudah masuk pasti kita panggil," kata Adies di Gedung KPU RI, Rabu (10/8/2022).

Politikus Golkar itu meminta Menko Polhukam Mahfud Md tidak asal bicara dan menyebut DPR hanya berdiam diri terkait kasus Brigadir J.

"Pak Mahfud itu ngerti enggak kita lagi reses, suruh pelajari dulu dia MD3-lah baru ngomong," tutur Adies.

Meski belum memanggil Kapolri, Adies mengklaim pihaknya terus memantau dan berkoordinasi dengan Kapolri membahas penanganan kasus tersebut.

"Yang pasti kita selalu berkoordinasi dengan kapolri, kabareskrim, kita selalu minta perkembangan, jadi kita tunggu saja hasil penyelidikan dari kabareskrim, Kapolri," ungkap dia.

Selain itu, Adies menyatakan percaya Polri akan membuka sendiri motif pembunuhan Brigadir J yang saat ini masih menjadi misteri.

"Pasti Bareskrim akan mengumumkan, tidak perlu dirorong, mereka udah punya SOP-nya," kata dia.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Seperti Tangani Ibu Hamil Sulit Melahirkan

Mahfud MD Sebut Kasus Brigadir J Seperti Orang Melahirkan
Perbesar
Mahfud MD Sebut Kasus Brigadir J Seperti Orang Melahirkan

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md mengatakan kasus penembakan terhadap Brigadir J atau Yoshua dengan tersangka mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, seperti menangani ibu hamil yang sulit melahirkan.

"Kasus kematian Brigadir Joshua karena ditembak, bukan karena tembak menembak. Kasus ini memang agak khusus seperti kasus orang menangani orang hamil yang mau melahirkan tapi sulit melahirkan," kata Mahfud dalam konferensi pers, Selasa 9 Agustus 2022.

"Sehingga terpaksa dilakukan operasi caesar. Operasi caesar-nya agak lama kontraksi terjadi terus," sambungnya.

Namun, kata dia, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berhasil mengeluarkan 'bayi', dengan menetapkan Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka dalam kasus ini.

Mahfud menuturkan kasus tersebut kemungkinan akan berlanjut ke pasal menghalang-halangi proses penegakan hukum.

"Nanti ini masih akan banyak, tetapi yang pokok bayinya yaitu pelaku atau terduga pelaku utamanya sudah ditemukan yaitu dijadikan tersangka Ferdy Sambo," ujarnya.

Infografis Irjen Ferdy Sambo Tersangka Pembunuhan Berencana Brigadir J. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Irjen Ferdy Sambo Tersangka Pembunuhan Berencana Brigadir J. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya