Pendaki Hilang, Jalur Wisata Pendakian Gunung Guntur di Garut Ditutup

Oleh Rinaldo pada 21 Sep 2021, 23:23 WIB
Diperbarui 21 Sep 2021, 23:23 WIB
Muhammad Gibran Arrasyid, 14 tahun, pendaki remaja asal Kampung Citangtu, Desa Citangtu, Kecamatan Pangatikan, Garut, Jawa Barat hilang, dalam pendakian di Gunung Guntur, kemarin.
Perbesar
Muhammad Gibran Arrasyid, 14 tahun, pendaki remaja asal Kampung Citangtu, Desa Citangtu, Kecamatan Pangatikan, Garut, Jawa Barat hilang, dalam pendakian di Gunung Guntur, kemarin. (Liputan6.com/Jayadi Supriadin)

Liputan6.com, Jakarta Polsek Tarogong Kaler, Kabupaten Garut melakukan koordinasi dengan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) menutup sementara jalur wisata pendakian Gunung Guntur, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Penyebabnya, seorang pendaki yang hilang masih dalam pencarian petugas.

"Sementara ditutup kawasan pendakian sampai batas tujuh hari pencarian," kata Kepala Polsek Tarogong Kaler Iptu Masrokan usai melakukan pencarian seorang pendaki di Gunung Guntur, Garut, Selasa (21/9/2021).

Ia menuturkan, petugas gabungan dari unsur Polri, TNI, Basarnas, BKSDA, dan relawan sudah melakukan pencarian terhadap pendaki yang hilang yakni Muhammad Gibran Arrasyid (14) warga Kampung/Desa Citangtu, Kecamatan Pangatikan, Garut.

Korban yang dilaporkan hilang sejak Minggu (19/9/2021) itu, sampai pada hari ketiga pencarian, dengan menyusuri kawasan Gunung Guntur belum juga ditemukan, hingga pencarian dihentikan dan dilanjutkan Rabu (22/9/2021) besok.

Selama proses pencarian itu, kata dia, kawasan Gunung Guntur dari jalur mana pun ditutup sementara bagi pendaki yang hendak menuju puncak gunung tersebut.

"Jalur pendakian di tempat lain yang mengarah ke sana ditutup, imbauan sementara jangan mendaki dulu karena sedang melaksanakan pencarian orang hilang," kata Masrokan seperti dikutip Antara.

Kepala Seksi Wilayah V Garut BBKSDA Jabar Dodi Arisandi menambahkan, jalur pendakian Gunung Guntur sudah ditutup untuk pendaki sampai batas waktu belum ditentukan.

"Kita masih tutup sementara pendakian dari kemarin (Senin) sampai waktu yang tidak ditentukan, nanti kita lihat perkembangan di lapangan," katanya.

Ia menyampaikan proses pencarian pendaki yang hilang di Gunung Guntur melibatkan 100 personel dari berbagai institusi dan juga sukarelawan atau warga setempat.

Selama pencarian, petugas mengalami kendala cuaca yakni kondisinya mendung, gerimis, dan juga berkabut sehingga cukup menghambat saat mencari korban di kawasan gunung.

"Kami masih melakukan pencarian, total ada lebih 100 orang yang melakukan pencarian, memang salah satu kendala di atas itu agak mendung dan gerimis dan berkabut jadi cukup menghambat," katanya.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tidak Ikut Rombongan

Sebelumnya, pendaki yang hilang itu datang bersama rombongan terdiri dari 11 laki-laki dan tiga perempuan yang melakukan pendakian ke Gunung Guntur, Sabtu sore.

Rombongan pendakian tiba di Pos 3 lalu memasang tenda untuk bermalam, dan keesokan harinya melanjutkan perjalanan pendakian ke puncak Gunung Guntur.

Namun korban lebih memilih tidak melanjutkan perjalanan menuju puncak dan tetap tinggal di Pos 3. Setelah temannya turun, korban tidak ada di tenda, barang atau peralatan milik korban pun masih ada di tempat.

Rombongan pendaki itu berusaha mencari korban hingga sore, namun tidak berhasil ditemukan hingga akhirnya melaporkan ke petugas jaga pos jalur pendakian Gunung Guntur.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya