Jokowi: Angka Kematian Covid-19 di Aceh 4,7 Persen, Ini Tinggi

Oleh Lizsa Egeham pada 17 Sep 2021, 00:08 WIB
Diperbarui 17 Sep 2021, 00:08 WIB
Jokowi saat memberikan pengarahan kepada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Provinsi Aceh di Kompleks Pendopo Gubernur Aceh di Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, Kamis (16/9/2021).
Perbesar
Jokowi saat memberikan pengarahan kepada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Provinsi Aceh di Kompleks Pendopo Gubernur Aceh di Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, Kamis (16/9/2021).

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan bahwa angka kematian akibat Covid-19 di Provinsi Aceh berada di angka 4,7 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional. Untuk itu, kepala daerah diharapkan dapat menekan angka kematian akibat Covid-19.

Hal ini disampaikan Jokowi saat memberikan pengarahan kepada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Provinsi Aceh di Kompleks Pendopo Gubernur Aceh di Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, Kamis (16/9/2021).

"Tinggi ini, tinggi, karena (angka kematian) nasional kita hanya 3 persen," ujar Jokowi dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden, Kamis.

Selain itu, dia meminta seluruh kepala daerah di Provinsi Aceh untuk memperhatikan ketersediaan oksigen dan obat. Jokowi juga mengingatkan agar kabupaten/kota yang tidak memiliki tempat tidur ICU Covid-19 untuk menyampaikan permintaan kepada Menteri Kesehatan.

Menurut dia, ada tujuh kabupaten/kota di Aceh yang tidak memiliki tempat tidur ICU Covid-19. Ketujuh daerah itu antara lain, Simeulue, Nagan Raya, Kota Sabang, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh Jaya, Aceh Besar.

"Tolong yang belum punya tadi, menyampaikan permintaan kepada Menteri Kesehatan. Sehingga semuanya siap, semua kabupaten itu siap, fasilitas kesehatan siap semuanya," jelasnya.

"Karena terus akan saya pantau BOR di provinsi, kabupaten, itu seperti apa. Kelihatan semuanya," sambung Jokowi.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Penurunan Kasus 20 Persen

Disisi lain, Jokowi menuturkan kasus Covid-19 di Aceh mengalami penurunan 20 persen. Sementara itu, kasus virus corona secara nasional lebih dari 90 persen.

Namun, dia mengingatkan semua pihak tidak terburu-buru senang dengan adanya penurunan kasus. Jokowi khawatir euphoria yang berlebihan akan membuat kasus Covid-19 di Indonesia kembali melonjak.

"Jangan menyampaikan tergesa-gesa kepada masyarakat bahwa kita sudah turun kasus. Bisa disambut senang oleh masyarakat tetapi itu bisa menyebabkan naik lagi Covid-19-nya. Ini pengalaman kita secara nasional, sehingga jangan kita ulang di sini," tutur Jokowi.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya