Manfaatkan Sarana Digital, Cara Pemkot Malang Bangkitkan Sektor UMKM dari Pandemi

Oleh stella maris pada 27 Agu 2021, 17:21 WIB
Diperbarui 27 Agu 2021, 17:21 WIB
Wali Kota Malang Sutiaji
Perbesar
Wali Kota Malang, Sutiaji, menyaksikan latihan perdana Arema di Stadion Gajayana, Kota Malang, Kamis (10/1/2019). (Bola.com/Iwan Setiawan)

Liputan6.com, Jakarta Memanfaatkan platform digital di tengah pandemi Covid-19 menjadi cara Pemerintah Kota Malang untuk mendorong pertumbuhan sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM. Oleh karena itu, para pelaku UMKM diharapkan dapat memanfaatkan sarana digital, juntuk memperluas produk dipasarkan.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, kebijakan penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi adalah kebijakan yang cukup menantang. Kebijakan itu sudah mempertimbangkan risiko penyebaran Covid-19 dan dampak perekonomian dengan mengikuti kebijakan nasional.

Sutaji mengatakan bahwa Kota Malang berkomitmen bangkit dari pandemi. Namun di tengah meningkatnya kasus Covid-19 saat ini maka fokus Kota Malang adalah pelaksanaan vaksin seluasluasnya pada masyarakat Kota Malang.

"Selain itu upaya melakukan kerja sama dengan marketplace platform digital untuk meningkatkan pemasaran UMKM secara digital serta untuk belanja daerah Kota Malang dengan menggunakan UMKM dan produk lokal Malang," kata Sutiaji. 

Namun dalam penerapan platform digital/e-commerce dan cashless, lanjut Sutiaji, dilakukan setelah melihat tanda kebangkitan sektor ekonomi. Menurut dia, pertumbuhan ekonomi masyarakat seperti produk lokal sudah terlihat lebih baik ketimbang tahun lalu saat periode pertama pandemi Covid-19 melanda tanah air.

"Selain itu perkembangan produk lokal Malang sendiri sudah lebih baik dari pada tahun lalu yang masih kaget dengan adanya pandemi ini. Usaha kuliner sebagai penyumbang besar dalam produk lokal juga sudah adaptasi dengan protokol kesehatan dan sistem take away," kata dia.

Selain menggenjot pertumbuhan UMKM, kata Setiaji, sektor pariwisata maupun pendidikan menjadi prioritas Pemkot Malang dalam kerangka bangkit dari pandemi Covid-19. Kebijakan semua sektor itu tentunya mengedepankan kesehatan dengan menerapkan protokol kesehatan.

"Selain itu persiapan fasilitas umum maupun pariwisata serta pendidikan dan usaha harus sesuai dengan syarat protokol kesehatan sehingga pada saat kita sudah berhasil menekan penyebaran Covid-19 dan siap untuk bangkit dalamperekonomian maupun pendidikan dengan dibuka kembali semua akses kita dapat meminimalisir risiko untuk penyebaran Covid-19," ujar dia.

 

(*)

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya